Sadar Untuk Sabar


Oleh: Diday Tea

Tidak ada anak yang nakal, yang ada hanyalah orang tua yang kurang sabar.

Salah satu hal yang paling menjengkelkan adalah ketika anak-anak bertengkar memperebutkan sesuatu yang tidak perlu.

Dari remote TV, Controller PS4, berebut saluran TV yang ingin ditonton, atau memperebutkan video Youtube mana yang mereka pilih untuk ditonton.

Dari berebut makanan, berebut gelas minuman sampai berebut kursi di dalam mobil.

Pokoknya apa saja bisa jadi bahan untuk bertengkar untuk anak laki-laki berumur sebelas tahun dan anak perempuan berumur delapan tahun itu.

Respon saya biasanya sih, ya marah dan jengkel.

Karena kejadian itu berlangsung hampir setiap hari.

Ya, setiap hari!

Kadang sampai saya hukum mereka dengan kekerasan, saya getok jidat mereka berdua dengan remote TV. Hehehe.

Tapi tetap saja tidak berpengaruh, pertengkaran seputar memperebutkan sesuatu yang tidak perlu masih saja terulang hampir setiap hari.

Dan respon saya dan istri pun masih sama: marah, jengkel, bentak dan getok. Atau kami potong jatah mereka bermain game dan kami paksa mereka untuk menambah waktu menghafal Al Qur’annya lebih lama .

Sampai akhirnya saya mendengar ceramah Aa Gym dan ustadz lain yang saya lupa namanya tentang anak-anak.

Intinya anak-anak adalah titipan dari Allah, titipan yang luar biasa berharga. Karena tidak setiap pasangan suami istri bisa beruntung dikaruniai anak-anak.

Dan anak-anak juga tentunya adalah ujian bagi orang tuanya. Apakah bisa bersabar selama proses mendidik anak sampai dewasa dan berpisah dengan orang tua.

Dan ada kalimat yang sangat menohok untuk kami berdua.

“Tidak ada anak yang nakal, yang ada hanyalah orang tua yang kurang sabar”.

Kalimat itu membuat kami sadar, sebenarnya masalah terbesarnya ada di kami sebagai orang tua yang kurang sabar.

Ternyata, ketika kami berdua lebih bersabar ketika mereka bertengkar situasi menjadi lebih baik.

Kami hanya membiarkan saja mereka bertengkar dan berebut seperti biasanya.

Pertengkaran itu ternyata tidak pernah berlangsung lama. Ujung-ujungnya akhirnya mereka rukun damai tanpa ada drama tambahan.

Ya, untuk bisa sabar kita memang harus sadar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s