Semua Ada Akhirnya

Gunung yang paling tinggi di dunia….ada puncaknya….
Sungai terpanjang di dunia….ada ujungnya..
Danau terbesar di dunia…ada batasnya…
Manusia tertinggi di dunia….masih bisa diukur…
Manusia terberat di dunia..masih bisa ditimbang..
Orang terkaya di dunia…masih bisa dihitung hartanya…..
Orang termiskin di dunia, Hamdan ATT,ups,..
Orang yang paling tua di dunia…pasti mati juga akhirnya…
Pohon tertinggi di dunia…pasti ada ujungnya..
Jurang terdalam di dunia…masih bisa dideteksi…
Laut paling gelap dan kelam dan dalam…masih bisa didatangi oleh kapal selam…

Apapun di dunia ini,pasti akan berakhir..dan niscaya..

Sebesar apapun kesulitan yang kita hadapi…
Selama apapun penderitaan yang sedang kita alami..
Seberat dan sesulit apapun masalah yang sedang kita coba pecahkan..

PASTI AKAN BERAKHIR…..

KIta hanya tinggal bertahan sebentar lagi saja….

^_^
didaytea!

Sumber Penyakit Jiwa

1. Angkuh, mau menang sendiri
2. Bakhil, kikil, pelit, medit, keked mengkene meregehese cap jahe (ini istilah Sundanese, maaf..^_^)
3. Berburuk sangka
4. Susah menerima nasihat orang
5. Enggan memaafkan
6. Gemar mencela, selalu mencari kesalahan
7. Gemar mengumpat
8. Gemar mengungkit kesalahan
9. Gemar menumpuk harta
10. Gila jabatan
11. Ingkar janji
12. Keras kepala
13. Cepat putus asa
14. Licik
15. Licik
16. Pemalas
17. Pemarah
18. Pendusta
19. Rendah diri (bukan rendah hati..)
20. Riya
21. Tidak ikhlas
22. Sangat cinta harta
23. Putus asa
24. Sombong
25. Suka dipuji
26. Senang membantah dan melawan
27. Suka menggunjing
28. Suka menjilat
29. Takut mati
30. Tamak, serakah
31. Suka lupa akan jasa orang lain
32. Tidak sabar

Dikutip dari buku SHOOT lagi, dengan sedikit modifikasi

Sumber Kesehatan Jiwa

1. Adil
2. Amanah
3. Baik hati dan tidak sombong
4. Banyak berterimakasih
5. Banyak memuji Allah
6. Banyak menolong
7. Benci karena Allah
8. Berani
9. Berkemauan keras
10. Berkorban karena Allah
11. Berdzikir memikirkan asma Allah
12. Cinta karena Allah
13. Fathanah
14. Harap dan takut hanya kepada Allah
15. Ikhlas
16. Ingat mati
17. Istiqamah
18. Jujur
19. Lemah lembut
20. Mengendalikan nafsu
21. Menghindari dosa-dosa
22. Menyantuni fakir, miskin, dan anak yatim
23. Murah hati
24. Optimis
25. Pantang putus asa
26. Pantang menyerah
27. Sabar atas ujian hidup
28. Senantiasa berbaik sangka
29. Senantiasa bersuci, dalam keadaan berwudhu
30. Siap menjalani ujian hidup
31. Siddiq
32. Suka memaafkan
33. Selalu bersyukur atas nikmat dari Allah
34. Tabligh
35. Takut karena Allah
36. Taubat
37. Tawakkal
38. Qanaah

Dikutip dan sedikit dimodifikasi dari buku SHOOT:Sharpening Our Concept and Tools

Tentang Waktu

Waktu mengubah semua hal, kecuali kita

Kita harus melakukan perubahan kita sendiri.
Waktu hanya menjadikan sebagian besar dari kita – menua, tetapi belum tentu menjadikan kita lebih bijak dan lebih baik..

Nilai dari waktu hanyalah sebanding dengan pengunaannya.
Bila Anda gunakan,
Anda akan diuntungkan;
bila tidak maka apakah waktu akan perduli?

Tidak ada harga yang bisa ditetapkan atas waktu – dan Anda tidak harus membelinya, tetapi waktu itu sangat berharga.
Waktu itu bukalah milik Anda – Anda tidak dapat menyimpannya, tetapi Anda dapat mengunakannya untuk keuntungan Anda.

Bila Anda tidak menggunakanya – mungkin tidak akan langsung terlihat kerugian Anda,
tetapi waktu juga yang akan menunjukkan kepada Anda semua kebaikan yang seharusnya menjadi hak Anda.

~ Time Change Everything Except Us ~

Kata bapak Mario Teguh..

Kalau ini kata saya..

Seperti peribahasa orang Sunda,

kaduhung mah pasti di tukang,
moal mungkin di hareup,
kecuali nungtun domba terus disuruduk..
kaduhung naha bet aya dihareupun domba..

Menyesal pasti di belakang,
tidak mungkin di depan,
kecuali kita sedang menuntun domba dan diseruduk,
kita pasti nyesel, “kenapa saya di depan domba…..?”

So,
jangan biarkan sedetikpun berlalu dalam hidup kita tanpa ilmu kita bertambah,
jangan biarkan sedetikpun berlalu dalam hidup kita tanpa ada manfaatnya,

Agar tidak pernah ada penyesalan yang terucap dari bibir, hati, pikiran, dan jiwa kita di masa depan nanti..atau bahkan di akhirat nanti…
naudzubillahi mindzaalik..

Ibadah 24 jam, why not?

Ada pertanyaan yang menggelitik hati, dan sekaligus memberi inspirasi baru untuk diri saya, memberi paradigma yang baru di diri saya dalam hal ibadah.
Pikiran yang pertama terlintas, ga mungkin lah, kita bisa ibadah 24 jam secara terus-terusan.

Kita kan harus melakukan hal yang lain, tidak hanya “ibadah” doang.

Ternyata, hanya satu hal yang bisa membuat apa pun yang kita lakukan selama 24 jam waktu yang kita jalani agar menjadi ibadah dan jalan pahala kebaikan untuk kita: NIAT.

Ternyata, dari bangun tidur, sampai kita tidur lagi bisa menjadi ibadah,dan sangat mudah.

Aktifitas ke WC adalah ibadah, kalau kita berdo’a sebelum masuk wc berdoa, dan masuk kaki kiri dulu, keluar kaki kanan dulu. Dan bersyukur masih bisa “beraktifitas” di WC dengan lancar.

Mandi, juga ibadah, niatkan untuk memberi penampilan yang terbaik di hadapan ALLAH sebelum sholat,dan niatkan juga untuk membuat orang nyaman melihat kita.
Berangkat kerja, selama kita niatkan untuk mencari nafkah untuk keluarga kita, pasti jadi ibadah.

Peluklah istri, cium keningnya sebelum berangkat kerja, juga ibadah. Habiskanlah sarapan yang dengan susah payah dia siapkan untuk kita. Ketika akan masuk mobil kirim “kiss bye” untuk istri, juga ibadah.

Memakai baju yang rapi, parfum (untuk pria), ibadah, niatkan untuk membuat orang nyaman berada dekat kita.

Di perjalanan kerja, jangan biarkan waktu berlalu begitu saja, dengarkan murottal, hafalkan al qur’an if possible, dzikirlah semampu kita.

Selama bekerja, jadi ibadah, selama kita jujur menjaga amanah, dan profesional.

Tersenyum, ibadah juga, asal proporsional, karena rasul selalu tersenyum dan ramah.

Makan, adalah ibadah, kalau kita berdo’a sebelum dan sesudah makan, dan niatkan untuk menguatkan badan kita agar badan kita sehat, sehingga tidak ada halangan untuk ibadah.
Menyingkirkan batu di tengah jalan, ibadah.

Membuang sampah pada tempatnya, ibadah, niatkan untuk menjaga bumi titipan ALLAH.

Setiap saat yang kita lalui, akan jadi ibadah.

Setiap melihat yang indah, takjublah dengan berdzikir, tasbih, takbir, dan tahmid.

Kagumi apapun ciptaan ALLAH di sekitar kita.

Mudahkanlah setiap orang di sekitar kita, bantu, support, tolong, buat mereka nyaman berada di dekat kita, juga ibadah.

Bermain, berbicara, dengan anak, adalah ibadah, niatkan kita untuk jadi teladan dia yang terbaik dalam hidupnya.

Tidur kita di akhir hari pun ibadah…berdo’a sebelum tidur, dan niatkan tidur kita untuk mempersiapkan diri di esok hari untuk menjadi lebih baik dari hari ini.

Syukuri apapun yang ada di diri kita.

Sabarlah menghadapi setiap kejadian yang tidak sesuai dengan keinginan kita.

Buatlah sepanjang hari kita hanya untuk ibadah.

Karena ALLAH juga tak pernah berhenti memberi nikmatnya kepada kita.

(Materi ini disampaikan oleh ustadz Yeri Kusyeri, di Daarut Tauhiid Bandung, saya lupa tanggal tepatnya)

Bangkit !

Mulailah kembangkan diri anda yang luar biasa dahsyatnya (bukan CNI n bukan Meggi Z juga tentunya… ^_^)

Gampang kok? How ? Sapertos deu pollowing aytems :

1. Start Yourself ( Mulailah dari diri sendiri)
2. Start Early (mulailah seawal mungkin)
3. Start Small (mulailah dari hal-hal yang kecil)
4. Start Now (mulailah sekarang juga)
5. Be Optimist (selalu optimis)
6. Be proactive
7. Be positive thingking
8. Just Do It ( lakukan aja, jangan ada ragu sedikitpun di dalam hatimu)
9. Be patient (sabr..sabarr..segala sesuatu butuh proses..)
10. Be passion (SEMAANNNGGAATTT…!)

Kritik or Kripik

Persepsi kita terhadap kritik akan lebih baik bila kita menanamkan di dalam hati bahwa kritik itu penting.
Sahabat, apa yang terlintas dalam benak kita ketika mendengar orang berkata, “Saya ingin mengkritik Anda!”.
Biasanya, jika seseorang mendapat perlakukan seperti itu, ia akan bereaksi negatif.
Seakan-akan kehormatan dan harga dirinya sedang terancam.
Ia menganggap kritik sebagai penghinaan yang akan menurunkan harga diri dan mencemarkan nama baiknya.

Maka, wajar jika reaksi yang muncul — entah itu berupa pikiran, perasaan, maupun sikap tubuh — adalah pembelaan diri.
Sulit baginya untuk menerima semua kritikan, apalagi menikmatinya.
Akan tetapi, responsnya akan berbeda jika kita mendengar perkataan, “Saya akan memberi kamu kripik”.
Spontan, kita akan senang menerimanya. Wajah menjadi cerah.
Riang rasanya perasaan karena membayangkan akan diberi kripik yang lezat.

Di sinilah perbedaan kata ‘kritik’ dan ‘kripik’. Tetapi, yang terpenting bukan itu.
Hal terpenting adalah mengapa kita sampai memunculkan sikap berbeda ketika mendengar dua kata itu?
Untuk yang pertama, kita cenderung sungkan menerimanya. Sementara untuk yang kedua, kita malah sering mencarinya.
Sebenarnya, masalah kritik dan kripik bisa sama kalau persepsi kita tentang kritik itu kita benahi; bila kata-kata kritik menjadi bagian keseharian yang kita nikmati.
Lebih dari itu, kita juga butuh ilmunya sehingga kritik ini menjadi sesuatu yang berarti dan layak kita akrabi.

Dalam menerima kritik, kita memerlukan beberapa trik, sehingga kita bisa menerima kritik tersebut sebagai sarana membangun kemuliaan.

Bagaimana caranya?

Pertama, rindukanlah kritik dan nasihat tersebut.

Selayaknya, kita bisa memposisikan diri menjadi orang yang rindu dikoreksi, dan rindu dinasihati.
Seperti rindunya kita melihat cermin agar penampilan kita selalu bagus.
Persepsi kita terhadap kritik akan lebih baik bila kita menanamkan di dalam hati bahwa kritik itu penting.
Kritik adalah kunci kesuksesan dan kemajuan, kritik akan membuka prestasi, derajat, dan kedudukan yang lebih baik.

Kedua, cari dan bertanyalah.

Belajarlah bertanya kepada orang lain dan nikmati saran-saran yang mereka lontarkan.
Milikilah teman yang mau dengan jujur untuk saling mengoreksi. Tanyalah kekurangan diri pada orang-orang yang dekat dengan kita.
Percayalah, semua itu tidak akan mengurangi kemuliaan. Ketiga, nikmati kritik.
Persiapkan diri untuk menerima kenyataan bahwa koreksi itu tidak selalu harus sesuai dengan keinginan kita.
Ada kalanya isinya benar, namun caranya salah. Tidak ada yang rugi dengan dikoreksi.
Jadi, kalau ada yang mengkritik, usahakan untuk tidak berkomentar. Jangan memotong pembicaraan.
Apalagi membantahnya. Belajarlah untuk diam dan menjadi pendengar yang baik.

Keempat, syukurilah.

Jangan melempar komentar apapun kecuali ucapan terimakasih yang tulus kepada si pemberi kritik.
Tampakkanlah raut muka yang sungguh-sungguh dan penuh perhatian.
Sertakan namanya dalam doa-doa kita, terutama bila kita ingat akan kebaikan-kebaikan yang pernah ia berikan.

Kelima, evaluasi diri.

Jujurlah kepada diri sendiri ketika menerima kritik. Jangan sibuk menyalahkan pengkritik, atau mencari kambing hitam dengan menyalahkan orang lain.

Keenam, perbaiki diri.

Buatlah program perbaikan dengan sungguh-sungguh. Jadikan program tersebut sebagai ungkapan rasa syukur terhadap kritik yang datang. Mintalah kepada Allah, sebab perubahan hanya terjadi dengan izin dan kekuasaan Dia. Ketujuh, balas budi. Jangan lupa untuk mengirimkan tanda terima kasih. Bisa berupa barang berharga, makanan, sepucuk surat, atau-minimal-informasi kepada yang mengkritik bahwa kita berterima kasih atas kebaikannya. Selamat menikmati kritik !

Aa Gym