Dunia di mata Seorang Kurcaci

Dunia di mata Seorang  Kurcaci

Bayangkan diri anda berada di sebuah rumah yang sangat besar. Semua barang yang ada di rumah tersebut berukuran dua kali lipat dari biasanya. Ketika anda duduk di kursi, anda perlu bantuan kursi yang lain untuk bisa naik ke atasnya. Ketika anda ingin mengambil remote TV di meja makan, anda harus memakai kursi atau bangku agar bisa meraihnya, karena semuanya terlalu tinggi, dan semuanya terlalu besar untuk ukuran badan anda.

Dan bayangkan betapa takutnya anda, ketika tiba-tiba dari dalam kamar, keluar manusia yang ukurannya hampir dua kali lipat tinggi badan anda. Dia terlihat sangat besar. Ketika dia berdiri di depan anda, kepala anda hanya  sedikit lebih tinggi di atas lututnya. Kaki orang ini sedemikian besarnya, sehingga hampir seukuran dengan badan anda. Tangan orang ini lebih besar dari paha anda. Wajah orang ini, bisa memenuhi wilayah perut anda.

Lalu bayangkan lagi takutnya anda ketika tiba-tiba orang ini mendekatkan mukanya kepada anda. Matanya melotot, terlihat sangat besar dibanding mata-anda yang sangat mungil. Lalu bayangkan betapa takutnya anda ketika orang ini tiba-tiba berteriak kepada anda dengan suara yang buat anda seperti petir menggelagar, tepat di depan muka anda: “Jangan Berisiiiiiik…!!! “ Sambil mengayunkan tangannya yang sebesar paha anda, memukul badan atau pantat anda berkali-kali. Setiap pukulan itu mendarat, pastinya terasa sangat menyakitkan, karena ukuran dan kekuatan tangan tersebut ketika memukul.

Sudah anda bisa bayangkan, betapa takut dan sakitnya anda ketika menghadapi momen seperti itu?

Dan tahukah anda? Ternyata ANAK ANDA hampir setiap hari menghadapi situasi seperti itu!

Untuk beberapa orang, mungkin baru menyadari bahwa anak mereka akan memiliki perasaan seperti itu ketika membaca tiga paragraf pertama tadi.

Ternyata, di mata anak kecil, untuk hidup dan tinggal bersama-sama dengan kita, orang dewasa, sudah merupakan “penderitaan” yang luar biasa.

Jangan ditanya jika ternyata anda adalah orangtua yang ringan tangan, suka memukul. Bayangkan berapa lama sakit akibat pukulan anda akan hilang. Atau anda orang tua yang suka membentak kepada anak? Bayangkan berapa lama, telinganya akan berdengung, karena bentakan dan teriakan anda.

Jika ya, segeralah minta maaf kepada anak anda, karena sudah bertahun-tahun anda membuat anak anda berada dalam kondisi ketakutan dan kesakitan yang luar biasa seperti yang anda bayangkan di perumpamaan tadi.

Inilah kesalahan besar yang sering dilakukan oleh para orangtua.

Moral dari kisah di atas, adalah, orangtua seringkali tidak tenggang rasa kepada anak-anaknya. Para orangtua menganggap bahwa mereka sedang berurusan dengan manusia yang seumur dan seukuran dengan mereka. Padahal, jelas tidak sama sekali.

Sering orang tua berteriak dan mengeluh: “Kenapa anak saya ngga pernah nurut sama orangtuanya? Kenapa mereka ngga ngerti-ngerti dengan nasihat orang tuanya?”.

Jawabannya:

Ternyata, bukan anak yang harus mengerti orang tua, tapi sebaliknya, orang tua yang harusnya mengerti dunia anak-anak. Karena orangtua sudah hidup jauh lebih lama dengan anak-anak.

Bermain tanah, buat kita akan terasa kotor dan menjijikkan. Tapi buat anak, adalah sesuatu yang menyenangkan.

Mengacak-ngacak rumah, buat mereka adalah keasyikan yang luar biasa, ketika di mata kita itu adalah hal yang menjengkelkan.

Menangis jika ingin sesuatu, buat mereka sahsah saja, karena mungkin hanya itu cara yang mereka tahu untuk meminta sesuatu.

Api yang buat kita bahaya, dan kita akan jauh-jauh darinya, buat mereka mungkin hal yang sangat menarik. Dan mereka tidak akan tahu bahayanya sampai mereka betul-betul terbakar.

Hampir setiap hal di dunia ini menyenangkan buat seorang anak kecil. Yaa..itu karena keterbatasan ilmu dan pengalaman hidup mereka di dunia ini.

Sangat lucu jika ada orangtua yang  “ingin dimengerti” oleh anaknya.

Ketika anak tidak bisa dilarang, mungkin karena “frekuensi” yang digunakan oleh orangtua kurang tepat.

Kalau tidak salah, proses pengharaman Khamr, tidak sekaligus dalam perintah instan, tapi secara bertahap. Dari sejak memberi pengertian bahwa Khamr lebih banyak mudharatnya dibanding manfaatnya, lau perintah jangan sholat ketika dalam pengaruh minuman, dan akhirnya, turunlah ayat yang menyatakan bahwa Khamr itu adalah haram dan termasuk perbuatan syetan.

Begitu juga kepada anak kita. Jika mereka kecanduan Facebook, game online, atau PSP, XBOX, Playstation, larangan kita akan cenderung tidak digubris, bahkan mereka akan cenderung melawan.

Jika kita terus ngotot dan tetap selalu memakai metode yang sama untuk melarang mereka. Mereka akan cederung mencari hal yang sama di luar rumah, mereka akan selalu mencari cara untuk bisa melakukan apa yang orang tua mereka larang.

Bagaimana jika caranya dibalik, ketika orang tua yang berusaha mengerti mereka. Atur “frekuensi” kita agar lebih nyambung dengan mereka. Jika mereka kecanduan Facebook, daripada langsung melarang dan bilang “Facebook Haraaamm!”, lebih baik tanya mereka, apa manfaat yang bisa mereka dapatkan. Atau arahkan mereka pada hal yang baik (jika ada) di Facebook, cari oleh anda sendiri, “terjun” langsung ke lapangan. Cari celah di mana akhirnya anda bisa memberi pengertian yang tepat kepada mereka.

Jika anak anda senang bermain game, arahkanlah pada game-game yang bisa melatih otak mereka. Jangan biarkan mereka bermain game GTA misalnya, yang penuh kekerasan dan sedikit “jorok”.

Biarkan mereka bermain game Racing, atau game-game yang bisa melatih otak mereka. Kalau perlu, anda juga ikut bermain game, kalahkan mereka dengan hukuman mereka tidak boleh dulu bermain game untuk jangka waktu tertentu. Atau belikan mereka Mind Games. Jangan ijinkan mereka bermain game yang lain jika mereka belum mencapai skor tertentu misalnya.

Selalulah upgrade pengetahuan anda walau sedikit, tentang dunia mereka. Agar kita bisa memiliki celah untuk menyamakan frekuensi kita dengan mereka.

Seperti layaknya gelombang radio yang baru nyambung jika frekuensinya sama, begitu juga layaknya antara anak dan orangtua.

Baca artikel-artikel tentang pendidikan anak dan psikologi untuk menambah pengetahuan anda tentang masalah-masalah mutakhir di dunia anak dan orangtua. Ikuti milis tentang dunia anak dan orangtua serta permasalahannya.

Pokoknya teruslah  menambah ilmu.

Bacalah!

Bacalah!

Bacalah!

Selamat menyamakan frekuensi!

Tulisan ini terinspirasi dari kisah yang dibawakan Aa Gym di salah satu ceramahnya.

Doha, 27 December 2009.

Didaytea

Elemen-elemen Kemampuan Belajar (2)

Elemen-elemen Kemampuan Belajar (2)

Di tulisan saya sebelumnya, telah dibahas tentang elemen-elemen kemampuan belajar; membaca cepat dan efektif, kemampuan mengingat dan “merecall”dan kemampuan berpikir cepat dan logika yang  baik.

Berikut adalah “alat- alat” tambahan untuk menunjang elemen- elemen utama tadi.

  1. Menghitung cepat. Jangan biarkan anak anda tergantung dengan kalkulator. Usahakan mereka menghitung dengan cara “mencongak”. Atau fasilitasi mereka untuk belajar dengan menggunakan sempoa. Ada buku yang khusus untuk melatih kecepatan menghitung yang pernah saya baca:The Sharper Mind. Buku ini sudah ada edisi bahasa Indonesianya. Buku ini berisi tentang jalan pintas untuk proses-proses berhitung.
  2. Biarkan anak bermain game. Pada porsi yang tepat dan game yang tepat, bermain game, pada platform apa pun, bisa meningkatkan kualitas seorang anak, dari kemampuan berpikir cepat dan tepat (Who Has The Biggest Brain?), kemampuan manajerial (Farmville, Empire of Age, Football Manager, Championship Manager), kemampuan berkonsentrasi (Game- game racing, Formula One, Wipe Out, Dirt, dan masih banyak lagi), kemampuan strategis (Game sepak bola:FIFA, Pro Evolution Soccer).
  3. Maksimalkan internet. Gunakan lebih dari sekedar jejaring sosial dan chatting. Gunakan internet sebagai sumber ilmu dan tempat belajar untuk keluarga anda. Cari berita, update info terbaru di bidang pendidikan. Ajak anak untuk “berburu” pengetahuan bersama.
  4. Biasakan anak untuk menulis setiap hari, diary misalnya. Ini akan melatih koordinasi otak, pikiran dan perasaannya. Sehingga akan mempermudah proses untuk menerima ilmu pengetahuan keesokan harinya.
  5. Buat anak untuk berbagi pengetahuannya dengan orang lain tentang apa yang kita ketahui. Kita akan menyerap 90 persen dari hal yang kita ajarkan (Learning Revolution).
  6. Biasakan anak membaca Al Qur’an di akhir hari (sebelum tidur) dan di awal hari (setelah sholat subuh), untuk “mencerahkan” diri mereka.

Ketika anak sedang mengerjakan tugas atau belajar, iringi mereka dengan musik klasik untuk membuat mereka dalam kondisi waspada-relaks. Kondisi ini disebut adalah kondisi Alfa, dengan frekuensi gelombang otak 8- 12 cps (cycle per second). Kondisi ini di dalam buku Revolusi Cara Belajar disebut kondisi “WASPADA-RELAKS”. Musik klasik yang paling umum dibuat untuk mencapai kondisi ini adalah Handel: Water Music, dan Vivaldi: Four Seasons.

Selamat berjuang!

Didaytea

Mission (Not) Impossible: Menghafal Al Qur’an

Mission (Not) Impossible: Menghafal Al Qur’an

Berapa banyak surat dalam Al Qur’an yang anda hafal sekarang?

Lima, enam, sepuluh, dua puluh, juz, atau anda sudah hafal seluruh Al Qur’an? Jika tidak ada diantara pilihan tersebut yang menjadi jawaban anda, silahkan lanjutkan membaca.

Apakah anda hafal Juz 30? Atau yang lebih popular dengan sebutan Juz ‘Amma?

Saya sendiri, sudah hampir mendekati tiga dasawarsa hidup di dunia ini sebagai muslim. Bisa membaca Al Qur’an sejak umur 7 tahun. Logikanya, secara itung-itungan kasar, sebagai muslim, tidak mungkin jika kita tidak hafal Al Qur’an sama sekali kan? Pasti ada beberapa surat yang kita hafal di luar kepala.

Tapi logika lain juga bertanya, kenapa hafalan kita hanya itu-itu saja? Sejak lulus SMP, tiap tahun selalu punya target untuk menghafal Juz ‘Amma. Dan hasilnya? Nihil.

Sampai sekarang, hanya 18 surat dari 37 surat di dalam Juz 30 yang saya hafal. Dan bodohnya, ini sama persis dengan hafalan saya ketika keluar sekolah. Itu berarti, selama hampir sepuluh tahun, hafalan saya tidak bertambah satu ayat pun! Padahal, 18 surat itu saya hafal tidak sampai sepuluh tahun.

Tulisan ini saya tulis untuk memotivasi diri saya sendiri, agar sadar betapa bodohnya seorang SAYA, yang selama bertahun-tahun, masih saja berkutat dengan hafalan yang itu-itu saja. Usaha yang ada bukannya untuk menambah hafalan, tapi yang ada saya malah kerepotan untuk menjaga agar tidak melupakan hafalan yang sudah ada.

Tulisan ini memuat kompilasi metode, yang saya kumpulkan dari beberapa sumber. Tentunya tidak akan mutlak bisa meningkatkan jumlah hafalan kita. Dan belum bisa dijadikan sebagai standar yang eksak dalam metode manghafal Al Qur’an. Tapi setidaknya, kita bisa menyadari, dan kita bisa mengetahui cara baru untuk tidak menjadi seorang muslim yang bodoh, yang selama puluhan tahun, hanya hafal surat yang itu-itu saja.

Walaupun sudah terlalu banyak basa basi, tapi sekarang kita mulai langkah kita untuk menuju hafizh Qur’an, Insyallah!

1.        Motivasi. Cari keutamaan orang yang menghafal Al Qur’an. Baca kisakisah orang yang hafizh Qur’an. Dan rasakan diri anda “terbakar” motivasi untuk menghafal Al Qur’an.

2.        Kondisikan otak kita untuk dapat lebih mudah “memasukkan” data.

Seorang teman pernah berkata: “saya lebih baik mendengar murottal daripada mendengar musik klasik, yang katanya bisa mencerdaskan”.

Hal ini bisa dikonfrontir dengan penjelasan sederhana.

Musik klasik, bukan hanya sekedar musik. Dia berbeda dengan lagu-lagu cengeng, lagu-lagu cinta, lagu-lagu penuh aroma nafsu dan maksiat yang selalu menjadi trend.

Otak kita, ternyata mempunyai empat frekuensi: Beta, Alfa, Theta dan Delta. Frekuensi terbaik untuk mendapatkan kondisi paling ideal dan paling mudah untuk “menerima sesuatu yang baru” dan “memasukkan data” ke dalam memory jangka panjang kita, adalah kondisi Alfa, dengan frekuensi gelombang otak 8- 12 cps (cycle per second). Kondisi ini di dalam buku Revolusi Cara Belajar disebut kondisi “WASPADA-RELAKS”.

Sayangnya, kondisi ini sering dicapai ketika seorang manusia berada di alam bawah sadar. Kondisi umum yang kita alami, ketika kita sepenuhnya sadar adalah kondisi Beta, 13- 25 cps.

Musik klasik, dengan ketukan tertentu dan jenis tertentu yang tepat, berfungsi seperti garpu tala, yang mensikronisasi gelombang kita ke dalam gelombang otak kondisi Alfa tadi.

Masih di dalam buku Revolusi Cara Belajar, musik yang diusulkan untuk “menyetel” otak kita ke dalam kondisi Alfa adalah Handel, Water Music dan Vivaldi, Four Seasons.

Sebelum memulai “misi” anda, coba dengarkan music klasik, 3 sampai 5 menit. Insyaallah, otak dan hati anda akan lebih siap untuk menerima Al Qur’an ke dalamnya.

3.        Petakan Al Qur’an. Seperti orang yang akan berjuang ke medan perang, kita harus mengetahui bagaimana susunan, komposisi, dan bagaimana “bentuk” Al Qur’an yang kita hafal tersebut. Sehingga kita akan memiliki gambaran dan bayangan, bagaimana, seperti apa dan mulai dari mana.

Juz 30 memiliki 37 Surat, dengn surat terpanjang adalah Surat An Nazi’at(Surat  ke-79), 46 Ayat, dan Surat terpendek adalah Surat Al Kautsar (Surat ke-108), 3 ayat.

Total, ada 563 ayat yang ada di dalam Juz 30.

Durasi (Menit) Jumlah Surat Jumlah Ayat Jumlah Surat
< 1 12 < 10 18
1 – 2 13 11 – 20 9
2 – 3 6 21 – 30 6
3 – 4 3 30-40 2
4 – 5 3 > 40 2
Total 37 Total 37

Jika satu hari kita bisa menghafal satu ayat saja, dalam dua tahun kita akan bisa menghafal Juz 30 ini.

4.       Luangkan waktu khusus dan buat target, minimal menghafal satu ayat satu hari. Pola terbaik untuk hafalan harian adalah sebelum tidur menghafal, dan bangun tidur mereview. Karena, apa yang kita baca dan hafalkan sebelum tidur akan diproses oleh otak pada saat tahap awal tidur dan tidur itu sendiri. Seperti sudah disebutkan di poin sebelumnya, tentang empat frekuensi. Ketika tidur, kita akan mengalami kondisi Alfa. Dan ketika bangun tidur, otak kita tentunya masih segar untuk merecall apapun yang sudah diinput sebelum tidur. Ketika sholat shubuh, jika sempat, lakukanlah Qiyamul Lail.

Sejak dari rumah hingga masjid, kita punya peluang sholat 6 rakaat. Dua rakaat, sholat syukrul wudhu, dua rakaat sholat tahiyyatul masjid, dan dua rakaat sholat sunnah Qobla subuh (yang lebih baik dari dunia dan segala isinya!). Reviewlah hafalan anda pada sholat-sholat tersebut.

5.        Bacalah dengan terjemahannya. Sehingga ketika membaca, bibir kita mengucapkan Ayat, dan  di pikiran kita otomatis mengikuti dengan terjemahannya. Lebih banyak koneksi di dalam otak kita, lebih mudah kita mengingat. Dan tentunya lebih baik untuk keilmuan kita kan?

6.       Review bacaan ketika sholat sunnah. Rawatib, Syukrul Wudhu, Qiyamul Lail, Tahiyyatul Masjid, terutama ketika sholat Jum’at, kita mempunyai banyak waktu di waktu tersebut jika datang lebih awal.

7.        Sering-seringlah mendengarkan murottal, ikuti bacaan pelantun. Gunakan waktu luang anda semaksimal mungkin. Ketika macet, daripada mengumpat-ngumpat dan mengeluh, setel saja murottal. Jika anda melakukan perjalanan jauh, dengarkan murottal dari pemutar musik di telepon selular anda. Maksimaldan dan optimalkan waktu anda sebaik mungkin.

8.       Perbaiki tajwid! Ini yang paling penting. Ada gurauan satir terhadap kemampuan orang Indonesia membaca Al Qur’an. Orang Indonesia-walaupun tidak semua, tapi banyak sekali-, suka “ngasal” kalau membaca Al Qur’an. Coba saja amati di sekitar anda, jika sholat berjamaah, dan perhatikan bacaan imam. Seringkali terjadi , bacaan imam sangat amburadul, bahkan sejak membaca Al Fatihah. ‘Ain dibaca seperti “A” biasa. Tidak ada perbedaan antara sin, syin, tsa, shod, semuanya berbunyi “S”. Dza sering bertukar guling dengan Ja, Za dan Zho. Atau H kecil sering tertukar dengan H yang besar. Sering kali tidak ada perbedaan bacaan yang seharusnya panjang dan pendek, atau tasydid. Kaidah-kaidah membaca Al Qur’an sering sekali dilupakan. Dan kita hanya “apal cangkem”, kalau mengutip istilah orang Sunda mah.

Ini adalah kenyataan yang sangat memprihatinkan di Indonesia yang katanya memiliki jumlah muslim terbesar di dunia! Dan saya pun rasanya masih termasuk di dalam kelompok tersebut, yang masih belepotan ketika membaca Al Qur’an.

9.       Review bacaan kita dengan orang yang kita yakini jauh lebih baik bacaannya, dengan orang yang sudah mapan bacaan Al Qur’annya.

10.     Istiqomah. Selalu sempatkan untuk membaca Al Qur’an setiap hari. Selalu lakukan review secara rutin.

Begitu tulisan ini selesai ditulis, saat itu juga saya akan memulai perlombaan kebaikan menghafal Al Qur’an (dengan mengerti artinya dan bacaan yang benar tentunya) dengan anda.

Yang benar hanyalah dari Allah, dan yang salah, semata-mata adalah kesalahan saya sebagai manusia biasa yang tidak pernah luput dari kesalahan.

Selamat menghafal Al Qur’an!

Di hari yang sangat indah di tengah gurun

26 Desember 2009

Didaytea

REVOLUSI CARA BELAJAR: BELAJAR TANPA BATAS!

REVOLUSI CARA BELAJAR: BELAJAR TANPA BATAS!

Masih ingatkah anda dengan buku The Learning Revolution: To Change The Way The World Learn, karya Gordon Dryden and Jeannete Vos? Buku ini diterbitkan di Indonesia oleh Penerbit Kaifa dengan judul Revolusi Cara Belajar.

Pada bulan November 2008, pasangan ini meluncurkan buku baru mereka yang berjudul Unlimited:The New Learning Revolution and The Seven Keys to Unlock it. Buku ini diterbitkan oleh The Learning Web, Auckland, new Zealand. Buku ini berharga 40 USD. Mahal memang, tapi sangat setimpal dengan desainnya yang mewah dan kuat, dan tentunya dibanding dengan ilmunya.

Saya beli buku ini masih dalam edisi aslinya. Entah kapan akan ada yang menerbitkan buku ini di Indonesia. Buku Revolusi Cara Belajar diterbitkan oleh Kaifa Oktober tahun 2000, sedangkan cetakan edisi aslinya diterbitkan pertama kali tahun 1993!

Isi buku ini tidak banyak berbeda dengan pendahulunya.

Menurut saya buku kedua ini adalah “update” untuk melengkapi metode-metode dan pemikiran pasangan penulis yang ada di buku pertama.

Di buku pertama (saya membaca yang edisi bahasa Indonesia), banyak hal-hal baru di waktu itu yang dikemukakan oleh penulis. Banyak sekali pengenalan fakta dan metode baru yang diungkapkan melalui format buku yang sangat khas. Di halaman kiri, anda akan menemukan gambar, ilustrasi, atau teks dalam ukuran besar yang anda akan dapatkan penjelasannya di halaman sebelah kanan.

Jika anda malas membaca seluruh isi buku, membaca dan melihat halaman kiri saja sudah sangat cukup untuk mewakili buku ini.

Di buku yang kedua, konsep “penampakkannya” sama persis dengan pendahulunya. Hanya kali ini dibuat dua bagian per satu halaman, bagian foto dan ilustrasi, dan bagian penjelasan.

Buku kedua ini menyajikan fakta-fakta baru di dunia pembelajaran dan pendidikan. Banyak diungkapkan contoh-contoh sekolah yang sudah mengadaptasi konsep-konsep yang mereka ajukan di buku pertama dan yang mendukung isi dari buku yang kedua ini.

Secara keseluruhan, ide dari buku kedua ini adalah untukmendorong kepada pembaca untuk memaksimalkan salah satu penemuan terbesar dalam sejarah peradaban manusia, yaitu INTERNET, untuk proses pembelajaran dan pendidikan.

Inilah Tujuh Kunci Utama Untuk “membongkar” Revolusi Cara Belajar di masa kini:

1. GLOBAL

2. INTERACTIVE

3. SHARED

4. PERSONAL

5. CO-CREATIVE

6. INSTANT

7. (OFTENLY or ALMOST) FREE

PENJELASAN

I. GLOBAL

Ruang lingkup tanpa batas. Kita semua sekarang sedang menghadapi dan bergelut dengan revolusi paling hebat dalam sejarah manusia. Internet berdampak “sistemik” terhadap peradaban manusia. Internet berdampak kepada hampir setiap individu manusia yang ada di muka bumi ini, negara, secara global, dan dalam banyak cara, tidak terbatas. Internet menghilangkan pembatas dan tembok penghalang yang sudah ada sejak peradaban manusia dimulai. Sebagai inti dari tujuh kunci utama yang berpadu dan bertemu untuk merubah cara gaya hidup kita, cara kita bekerja, belajar, bermain, mengajar, berpikir dan di semua tingkatan usia manusia.

Kunci untuk membuka masa depan sangat sederhana tapijuga sangat revolusioner. Sekali terbuka, revolusi itu mempunya kekuatan untuk melepaskan bakat gabungan dari jutaan, bahkan milyaran individu.

II. INTERACTIVE

Penemuan tanpa batas. Selama beberapa dekade, hampir semua siswa sekolah sudah mempelajari subyek- subyek seperti sejarah, perjalanan ke angkasa dan ilmu pengetahuan lainnya. Sekarang mereka dapat benar-benar membangun kembali peradaban Roma dan Athena (dengan SimCity), membuat “alam semesta” mereka masing- masing (dengan Spore), dan benar-benar menjadi seorang ilmuwan. Brigham Young University’s Virtual ChemLab menyediakan ruang praktek untuk masa depan, untuk sekira 150.000 pelajar sains online. Sekarang: The New Cyberspace University.

III. SHARED

Kemitraan tanpa batas. Sangat ironis sekali, 59 juta guru sekolah di seluruh planet bumi bekerja terisolasi, seperti layaknya Web tidak pernah ada buat mereka. Tapi di Singapore’s Overseas Family School, 3.500 pelajar lebih dari 70 negara tidak hanya bermitra untuk membuat visi mereka terhadap masa depan, bahkan mereka membantu guru mereka untuk mendigitalisasi bahan pelajaran dengan Macromedia Flash dan animasi komputer. Sekarang, model pelajaran seperti itu dapat dibagi dan didapatkan secara GRATIS.

IV. PERSONAL

Pengembangan potensi tanpa batas.

Setiap orang memiliki potensi untuk menjadi berbakat dan sukses, tapi dengan cara yang berbeda. Setiap bayi yang sehat lahir dengan 100 milyar sel aktif. Masing-masing memiliki kemampuan untuk tumbuh setidaknya 10.000 koneksi. Kemampuan belajar ini berkembang paling dari lahir sampai umur empat tahun. Dan itulah sebabnya, Thomas Jefferson Institute, Mexico, psikolog membantu orangtua untuk membuat rencana pembelajaran yang spesifik untuk setiap anak.

V. CO-CREATIVE

Ketika puluhan ribu orang yang belum pernah bertemu bisa menulis sepuluh juta artikel dan bersama-sama membuat ensiklopedia terbesar di planet bumi, sesuatu yang menakjubkan sedang berlangsung di dunia ini. Ketika Wikipedia hadir secara instant dan gratis untuk 1, 4 milyar orang di dunia ini, keajaiban pun telah hadir. Ketika 4 milyar orang akan segera memiliki sebuah ensiklopedia di dalam sakunya, dunia sekarang sedang bergerak ke sebuah era baru Renaissance: yang akan kita buat bersama-sama!

VI. INSTANT

Mobilitas Tanpa Batas.

Sampai tahun 2000, setengah dari manusia yang hidup di planet bumi belum pernah merasakan sebuah panggilan telepon. Hanya 12 persen yang memiliki telepon selular. Sekarang, lebih dari setengah manusia memiliki telepon selular: 3, 3 milyar. Akhir 2009, 4 milyar telepon selular akan digunakan, untuk 6, 6 milyar penduduk dunia. Segera, anda akan memiliki Google di saku anda.

VII. (OFTENLY or ALMOST) FREE

Pilihan Tanpa Batas.

Di China, para pelajar dapat membeli komputer murah tanpa sistem operasi-dan mengunduhnya secara gratis dari Web. Lalu mereka dapat menggunakan alat yang sama untuk mengajar bahasa Mandarin kepada dunia. Google telah menghasilkan kekayaan yang luar biasa besar yang didoroang oleh hanya satu gagasan sederhana: memberikan informasi secara gratis dan “membuat satu milyar klik yang bernilai satu sen per-kliknya).

Di antara deru vacum cleaner dan tangisan anakku tercinta..

Doha, 21 Desember 2009.

Didaytea

Elemen-elemen Kemampuan Belajar (1)

Di artikel sebelumnya, saya mengusulkan mata pelajaran baru di dunia pendidikan. Yaitu, “Belajar Bagaimana Belajar”.

Kemampuan belajar seseorang, bisa dihasilkan dari dua hal; genetis dan latihan.

Dari sudut pandang saya, orang yang “Cerdas” adalah orang yang mempunyai kemampuan belajar yang baik. Bukan orang yang bergelar sarjana, master atau pun doktor. Karena bisa saja orang yang bergelar doktor sebenarnya kemampuan belajarnya biasa-biasa saja. Dia mendapatkan gelar tersebut karena ada niat, kesempatan dan kemampuan.

Dan sangat mungkin sekali, seseorang bisa memiliki kemampuan belajar yang lebih baik dari seorang doktor. Tapi dia tidak punya niat, kesempatan dan kemampuan untuk bisa menempuh pendidikan yang lebih tinggi.

Seorang murid, bisa saja memiliki kemampuan belajar yang lebih baik dari gurunya. Karena guru hanya sekedar lahir lebih dulu, dan tahu lebih dulu tentang suatu ilmu dari seorang murid yang notabene jauh lebih muda.

Seorang anak kecil seringkali lebih cerdas dari orangtuanya, ketika dia bisa mengerti dan menyelesaikan sebuah permainan yang sama sekali baru. Padahal orangtuanya harus berjuang dan susah payah untuk berpikir, bagaimana hanya untuk memulai permainan tersebut.

Terdiri dari elemen apa sajakah Kemampuan Belajar seseorang?

Secara umum, kemampuan belajar seseorang hanya terdiri dari 3 faktor:

1.        Membaca Cepat dan efektif.  Hampir semua proses belajar, akan melibatkan kegiatan ini. Sayangnya, sangat sedikit yang mengetahui cara membaca yang sangat cepat, tapi efektif dan efisien. Sangat banyak rujukan yang bisa kita ambil dari internet untuk meningkatkan kemampuan membaca kita. Buku Speed Reading (edisi bahasa Indonesia) bisa menjadi rujukan yang terbaik. Beberapa tahun lalu juga, sebuah lembaga pendidikan merilis VCD tentang Speed Reading, lengkap dengan latihan dan test kemembuan membaca cepat dan efisien.

2.       Kemampuan mengingat, dan kemampuan untuk “merecall” apa yang kita ingat tersebut. Sangat banyak metode yang bisa kita gunakan untuk meningkatkan kemampuan ini. Banyak buku yang bisa jadi rujukan. Buku Quantum Learning, Learning Revolution, Accelerated Learning, Buku-buku Tony Buzan yang terbit belasan tahun yang lalu masih sangat relevan untuk dijadikan bahan rujukan anda.  Yang paling baru, UNLIMITED, ditulis oleh pengarang yang sama dengan Revolusi Cara Belajar(masih dalam edisi bahasa Inggris), bisa menjadi rujukan utama di zaman internet seperti sekarang. Internet selalu bisa menjadi sumber rujukan yang tidak pernah ada habisnya, nyaris tak terbatas.

3.       Kemampuan Berpikir cepat dan Logika yang  baik. Jika kita bisa membaca dengan cepat, maka otomatis kita akan bisa berpikir lebih cepat. Untuk melatih kemampuan berpikir cepat dan melatih logika ini caranya sangat mudah sekali. Mainkanlah game-game yang menuntut kecepatan berpikir dan kemampuan mengingat. Sudoku, Tetris, Who Has The Biggest Brain, Bejewelled, Zuma dan puluhan game yang tidak hanya sekedar permainan. Dalam porsi yang tepat dan game yang tepat, bermain game akan sangat meningkatkan kemampuan kita untuk berpikir cepat, tepat dan efisien.

Didaytea

PERNAHKAH ANDA BELAJAR UNTUK BELAJAR?

PERNAHKAH ANDA BELAJAR UNTUK BELAJAR?


Pernahkah anda membaca buku Quantum Learning , The Learning Revolution dan Accelerated Learning? Atau buku-buku karya Tony Buzan tentang  Pemetaan Pikiran, Master Your Memory, Master Your Mind, Use Your Head, dan buku-buku dengan tema sejenis?

Terjemahan buku-buku ini saya baca belasan tahun yang lalu. Dan buku aslinya terbit beberapa tahun sebelumnya. Bahkan lebih lama lagi!

Sampai sekarang pun, saya masih tergila-gila kepada buku-buku dengan tema seperti ini.

Terakhir, buku yang saya beli adalah Unlimited. Ini adalah penyempurnaan dan upgrade dari buku seri The Learning Revolution. Buku ini akan saya bahas di artikel yang lain.

Saya rasa sih sampai sekarang, buku-buku dengan tema seperti ini masih sangat asing di kalangan pelajar dan mahasiswa, apalagi kalangan professional.

Pernahkah anda belajar untuk belajar?

Pertanyaan yang sebetulnya aneh, karena minimal 12 tahun dalam hidup kita, kita habiskan untuk “belajar” di sekolah.

Tapi bukan ini “belajar” yang saya maksud.

Di sekolah, kita belajar Sejarah, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Akuntansi, Ekonomi, Manajemen,dan puluhan subyek yang lainnya.

Tapi, pernahkah anda “belajar untuk belajar”? Pernahkah anda mempelajari cara belajar yang efektif dan efisien untuk subjek tertentu? Atau berusaha meningkatkan kemampuan belajar anda?

Tidak pernah, itu jawaban teman-teman sekolah dan kuliah saya beberapa tahun yang lalu.  Tidak ada waktu, mereka sibuk dengan mata pelajaran dan mata kuliah yang menumpuk, tidak mungkin lagi menambah satu lagi “subjek”. Itu alasan utama mereka. Ketika saya sudah bekerja, jawaban yang saya dapatkan lebih “ajaib” dari teman-teman kerja di kantor. Hampir semuanya menjawab, “Aduhh..ngga sempat dong, dan kayaknya otak saya sudah mentok, ngga bisa dipake belajar lagi!”.

Menyedihkan dan ironis, padahal mereka masih berumur awal tiga puluhan.

Prihatin, ingin tertawa, sedih, kesal, gemes, semua perasaan itu bergabung menjadi satu ketika mendengar jawaban-jawaban itu.

Mereka tidak mensyukuri “processor” yang lebih kuat dan hebat dibanding komputer mana pun yang pernah ada di dunia ini, yaitu otak mereka. Mereka tidak tahu betapa besar potensi yang mereka miliki, yang ada di dalam kepala mereka, jika saja mereka tahu bagaimana memaksimalkannya.

Seharusnya, di sekolah-sekolah ditambah mata pelajaran baru, “Belajar Untuk Belajar”. Agar setiap orang bisa memaksimalkan potensi luar biasa menakjubkan yang diberikan Tuhan kepada setiap orang.

Ketika masih banyak siswa yang tidak lulus walaupun dengan nilai standar kelulusan yang tergolong sangat rendah, ini tidak menunjukkan kondisi sebenarnya dunia pendidikan di Indonesia. Ini hanya kasus “Salah Asuhan”. Kondisi tersebut hanya menunjukkan bahwa ada sesuatu yang salah, ada sesuatu yang harus dirubah di dalam dunia pendidikan kita.

Dengan mempelajari cara belajar yang efektif dan efisien, setiap orang akan memiliki kemampuan belajar yang lebih baik. Karena, mereka bisa berakselerasi dalam menyerap pengetahuan. Dalam waktu yang sama, dengan kemampuan belajar yang lebih baik, mereka akan menyerap jauh lebih banyak pengetahuan dibanding kondisi sebelumnya.

Para murid bisa jauh lebih berprestasi, kualitas para Guru akan jauh lebih baik. Setiap orang akan menjadi “lebih ahli” di bidang yang mereka geluti.

Jika guru dan murid, dosen dan mahasiswa, orang tua dan anak, pemimpin dan rakyat bersinergi, bekerja sama untuk meraih kemampuan belajar yang jauh lebih baik, maka akan menghasilkan efek  yang sangat luar biasa besar bangsa ini.

Secara keseluruhan, pastinya akan meningkatkan kualitas sebuah bangsa.  Akan menghasilkan generasi yang jauh lebih baik di masa kini dan masa depan. Bukan hanya sekedar generasi Facebook dan Blackberry.

Yang kita perlukan hanyalah sedikit saja membuka mata dan pikiran kita untuk mau mempelajari bagaimana cara belajar yang baik, efektif dan efisien.

Di pojok kantor seorang perantau,

Sabtu, 19 Desember 2009, 00:31

Didaytea