Inferno

Setelah dari kemarin melesat cepat melalap 642 halaman Inferno-nya Dan Brown sampai lah saya pada kesimpulan bahwa novel ini sangat “Dan Brown”. Super super mirip dengan Da Vinci Code, Angel and Demons. Dengan cerita dan teka- teki yang berpusat kepada karya Dante Alighieri: The Divine Comedy dan Inferno, serta Topeng Kematian dari orang yang sama, Robert Langdon dalam pelarian menyusuri tempat- tempat  bersejarah dan karya- karya seni di Florence(Firenze), Venezia, dan Istanbul dengan (sedikit) penjelasan, yang membuat saya hampir selalu menanyakan kepada om Google, untuk mendapatkan gambaran seutuhnya tentang suasana tempat dia dan neng Sienna Brooks “dikejar- kejar” oleh agen- agen Konsorsium dan WHO.

Bagian terbaik dari novel ini adalah sampai bagian akhir novel,  belum bisa menebak seratus persen, siapakah penjahat sesungguhnya?

Bahkan Bertrand Zobrist pun tidak- benar- benar jahat jika kita melihat alasannya menyebar virus berbahaya dari  waduk kuno Yerebatan Sarayi(Istana Yang Tenggelam) tanpa pertimbangan kemanusiaan, hanya sekedar angka dan logika.

Apakah (Felicity) Sienna Brooks? Yang ternyata adalah bagian dari H+ dan ternyata juga kekasih Bertrand Zobrist?

Atau The Provost, Head of The Consortium dengan usaha “ilusi kehidupan”nya?

Gravity

Satu jam lebih Gravity cuma nyeritain usaha survival Neng Sandra Bullock di ISS, Soyuz sama Tiangong sampe nyemplung di danau. But how was it became so great?

1. It happened in space. Dark and narrow is one of the biggest fear for a human being. We Feel her at once.
2. She’s alone. Everyone’s affraid of being alone.
3. She lost someone. Twice.
4. She survived. Yaay..!
5. The Blue Earth View, The Earth Surface, The Sun flare, The Space Stations. UltraRealisticCGI(Washington Post).
6. Most of the people doesnt care about the science mistakes.
7. The Movie is so very simple but yet amazing.

Resensi pendek by @didaytea