SEDEKAH 3 MILYAR ITU GAMPANG!

SEDEKAH 3 MILYAR

 

“Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar, tahukah engkau apakah malam Lailatul Qadar itu ? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turunlah melaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Allah Tuhan mereka (untuk membawa) segala urusan, selamatlah malam itu hingga terbit fajar”

[QS Al-Qadar : 1-5]

 

Ada satu malam di bulan Ramadhan yang nilainya sama dengan seribu bulan.

Itu artinya, amalan ibadah apa pun yang kita lakukan akan mempunyai faktor pengali yang sungguh menakjubkan sebanyak 1000 bulan, atau 30000 hari.

Tetapi, kita hanyalah manusia, tempatnya lupa dan lalai.

Seringkali sebagian dari kita  kehilangan fokus ibadah ketika sudah melangkah ke sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Pikiran kita sudah terganggu dengan jadwal mudik, baju lebaran dan lain- lainnya.

Bagaimana agar kita tidak melewatkan kesempatan berlian ini?

Insyaallah mudah kok!

 

MEMBERI BUKA PUASA

 

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.”

(HR. Tirmidzi No. 807)

Di Awal Ramadhan, biasanya banyak sekali mesjid yang memberi ladang amal untuk berbuka puasa. Untuk yang diberi kecukupan rezeki tentunya bukan masalah. Mereka bisa transfer ke sebanyak mungkin mesjid dengan jumlah yang mungkin tidak terbatas.

Nah, gimana untuk kita yang keuangannya masih terbatas?

Sesuai kemampuan saja, tapi jangan sampai lewatkan  ladang amal yang luar biasa ini.

Kesempatan untuk mendapatkan pahala berbuka puasa selama sebulan penuh.

Dan pastinya plus bonus pahala nomplok dikali seribu bulan ketika malam Lailatul Qadar.

Insyaallah bukan halangan. Karena hitungannya sederhana loh.

Walau pun kita hanya memberi seratus ribu rupiah ke satu mesjid misalnya, tapi uang itu akan terbagi rata selama satu bulan Ramadhan. Maka setiap orang yang berbuka puasa dari sedekah kita, insyaallah pahalanya akan mengalir seperti air Bah.

Kita akan selalu mendapat “Saham” pahala memberi berbuka puasa setiap hari selama bulan Ramadhan.

Bayangkan ketika bertepatan dengan malam Lailatul Qadar, kita bisa mendapat pahala puasa sebanyak tiga puluh ribu orang yang berpuasa, dan itu pun masih dikalikan dengan jumlah jamaah yang berbuka puasa pada hari itu.

Allahuakbar!

 

SEDEKAH SETIAP MALAM

 

Jika kita sedekah 100 ribu rupiah saja, ketika bertepatan dengan malam Lailatul Qadar, maka sedekah kita akan bernilai 3 Milyar!

Maksimalkan semua peluang, jangan sampai ada malam di bulan Ramadhan yang terlewatkan tanpa ada sedekah.

Maksimalkan kecanggihan teknologi dan peluang- peluang untuk bersedekah.

Manfaatkan Online Banking, Sedekah Harian di Paytren, Paypal, sedekah potong pulsa, counter counter di Mall, kotak amal mesjid ketika tarawih, kotak amal mesjid transit ketika di perjalanan mudik, bapak – bapak tua pembersih sampah di tengah hari.

Pokoknya mah jangan lewatkan kesempatan sekecil apa pun.

 

Ayo kurangi menabung, perbanyak sedekah!

 

@didaytea!

Doha 22 Mei 2017.

http://www.didaytea.com

 

NB: Mohon viralkan tulisan ini agar sebanyak mungkin orang yang mendapatkan pahala luar biasa di malam Lailatul Qadar nanti, insyaallah!

Penyakit Hati Dan Obatnya

​*🌿🌸Penyakit Hati Dan Obatnya🌸🌿*
💥💦💥💦💥💦💥
Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda:
أَلا وإِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ وإذَا فَسَدَت فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ أَلا وَهيَ القَلْبُ
Sesungguhnya di  dalam tubuh terdapat segumpal daging jika dia baik maka baiklah seluruh jasad itu, jika dia rusak maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah itu adalah hati.” (HR. Bukhari No. 52, 1946, dan Muslim No. 1599) 
Hadits ini menunjukkan kedudukan hati dalam kehidupan manusia. Dia adalah panglima atas sistem gerak perilaku manusia. Jika dia bagus, putih, bersih, maka bagus pula perilaku manusianya. Tapi jika hatiitu kotor, penuh noda, berpenyakit, maka rusaklah perilaku manusia. 
Oleh karena itu, perhatian Islam terhadap hati sangat luar biasa. Sementara kaum muslimin banyak melupakannya. Mereka begitu perhatian dengan kesehatan raga (fisik), setumpuk program direncanakan:  olah raga rutin, makan dan minum yang sehat dan seimbang, tidur yang cukup, tidak mengkonsumsi yang merusak kesehatan, dan sebagainya. Tapi, saat yang besamaan, mereka melupakan kesehatan hatinya, begitu bakhil dan lalai atas perawatan kesehatan hati. 
Maka, kita lihat betapa banyak manusia yang kekar, nampak sehat dan bugar, tapi hatinya rapuh; mudah mengeluh, mudah marah, iri dan dengki menjadi kebiasaan, riya dalam amal, sombong dalam langkah, dan sebagainya. Semua ini terjadi karena tidak seimbang dalam menjaga keduanya.
*Allah Ta’ala Melihat Gerak Hati*
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
“Sesungguhnya Allah tidak melihat pada penampilan kalian dan harta kalian, tetapi Dia melihat pada hati dan perbuatan kalian.” (HR. Muslim 4/1987, dari Abu Hurairah)
Hujjatul Islam, Al Imam Al Ghazali Rahimahullah mengatakan:
وَإِنَّمَا نَظَرَ إِلَى الْقُلُوبِ لأَِنَّهَا مَظِنَّةُ النِّيَّةِ ، وَهَذَا هُوَ سِرُّ اهْتِمَامِ الشَّارِعِ بِالنِّيَّةِ فَأَنَاطَ قَبُول الْعَمَل وَرَدَّهُ وَتَرْتِيبَ الثَّوَابِ وَالْعِقَابِ بِالنِّيَّةِ
  “Sesungguhnya Dia melihat kepada hati lantaran hati adalah tempat dugaan niat, inilah rahasia perhatian  Allah terhadap niat. Maka, diterima dan ditolaknya amal tergantung niatnya, dan pemberian pahala dan siksa juga karena niat.” (Ihya ‘Ulumuddin, 4/351) 
*Macam-Macam Hati*
  Dalam Al Quran disebutkan beberapa macam hati manusia.
*1.  Hati Yang Berpenyakit*
Inilah hati orang-orang munafiq, sebagaimana yang  Allah Ta’ala ceritakan dalam Al Quran:
فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ
Dalam hati mereka terdapat penyakit, lalu Allah tambah penyakit mereka itu, dan bagi mereka azab yang pedih lantaran kedustaan mereka. (QS. Al Baqarah: 10)
   Penyakit hati mereka adalah  membenci kaum beriman dan menyimpan kebencian itu dalam hatinya, walau zahirnya mereka menampakkan kedekatan dengan kaum beriman. 
*2.  Hati Yang Keras*
Yaitu hatinya orang-orang kafir, membangkang kepada Allah Ta’ala dan RasulNya. Allah Ta’ala bercerita tetang pembangkangan Bani Israel terhadap Nabi Musa ‘Alaihissalam:
ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً
Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. (QS. Al Baqarah: 74)
*3.  Hati yang tunduk*
Yaitu hati orang-orang beriman, hati yang mengingat Allah Ta’ala, tunduk, takut, oasrah, dan taat kepadaNya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آَمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ
Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah (QS. Al Hadid: 16)
  Dalam ayat yang lain:
وَلِيَعْلَمَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَيُؤْمِنُوا بِهِ فَتُخْبِتَ لَهُ قُلُوبُهُمْ وَإِنَّ اللَّهَ لَهَادِ الَّذِينَ آمَنُوا إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Quran itulah yang hak dari Tuhan-mu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus. (QS. Al Hajj: 54)
*Penyakit-Penyakit Hati*
1.  Nifaq, yaitu dihati membenci Islam namun dalam tampilan penampakkan cintanya kepada Islam, dalam rangka mengambil hati kaum muslimin padahal aslinya hati mereka dipenuhi kebencian luar biasa.
Allah Ta’ala berfirman:
وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَى شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ (14) اللَّهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ وَيَمُدُّهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ (15) أُولَئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلَالَةَ بِالْهُدَى فَمَا رَبِحَتْ تِجَارَتُهُمْ وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ (16)
  Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman.” Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok.” Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka. Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.  (QS. Al Baqarah: 14-16)
2.  Al Kibr (Sombong)
Dalam Al Quran banyak dikisahkan raja-raja sombong, seperti Fir’aun, Namrud, Abrahah, juga orang kaya seperti Qarun. Semuanya berakhir dengan memilukan ditelan kesombongannya. Mereka meremehkan manusia dan meninggikan diri sendiri, dan tidak menerima kebenaran dari orang lain.
Sombong itu, kata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

الْكِبْرُ بَطَرُ الحق وَغَمْطُ الناس
Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia. (HR. Muslim No. 91)
3.  Hasad
Hasad, iri, dengki, ini penyakit hati yang paling mudah tumbuh. Tumbuhnya berasal dari kurang rasa syukur atas apa yang sudah ada.
Imam An Nawawi Rahimahullah berkata:
قَالَ الْعُلَمَاءُ الْحَسَدُ قِسْمَانِ حَقِيقِيٌّ وَمَجَازِيٌّ فَالْحَقِيقِيُّ تَمَنِّي زَوَالِ النِّعْمَةِ عَنْ صَاحِبِهَا وَهَذَا حَرَامٌ بِإِجْمَاعِ الْأُمَّةِ مَعَ النُّصُوصِ الصَّحِيحَةِ وَأَمَّا الْمَجَازِيُّ فَهُوَ الْغِبْطَةُ وَهُوَ أَنْ يَتَمَنَّى مِثْلَ النِّعْمَةِ الَّتِي عَلَى غَيْرِهِ مِنْ غَيْرِ زَوَالِهَا عَنْ صَاحِبِهَا فَإِنْ كَانَتْ مِنْ أُمُورِ الدُّنْيَا كَانَتْ مُبَاحَةً وَإِنْ كَانَتْ طَاعَةً فَهِيَ مُسْتَحَبَّةٌ
Berkata para ulama:
📌 Hasad itu ada dua; hakiki dan majazi
📌 Hasad yang hakiki adalah berharap lenyapnya nikmat dari seseorang, maka ini haram menurut ijma’ umat dan dalil-dalil yang shahih
📌  Hasad yang majazi adalah ghibthah, yaitu mengharapkan dapat nikmat yang sama yang ada pada orang lain, tanpa menginginkan nikmat itu lenyap dari orang tersebut. Jika pada urusan dunia maka itu iri yang dibolehkan, jika pada urusan ketaatan maka itu iri yang disukai (sunnah) (Imam Abu Zakaria Muhyiddin Yahya bin Syarf An Nawawi, Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 10/98. Cet. 2, 1392H. Daar Ihya’ At Turats. Beirut.)
4.  Zina Hati
Yaitu membayangkan hal-hal yang erotis pada yang bukan haknya. Ini biasa menggelayuti pikiran anak muda. Berawal dari pandangan mata lalu tertampung dihati, dan direaksikan oleh anggota tubuh. 
*Obat Penyakit Hati*
  Obat penyakit hati adalah sebagai berikut:
1.  Tauhid Yang Bagus. Ini merupakan awal semua kebaikan.

2.  Muraqabah. Merasa ada di dalam pengawasan Allah Ta’ala

3.  Katsratudz Dzikri. Banyak mengingat Allah Ta’ala

4.  Mujahadah. Bersungguh-sungguh dalam memerangi dan mengobati penyakit hati, serta bersungguh-sungguh dalam menyuburkannya dengan kebaikan.

5.  Rihabatush Shadr. Lapang dada terhadap saudara.

6.  Husnuzh Zhan dengan saudara sesama muslim
Wallahu A’lam
🌹🌷🍃🌴🌸🌿🌺☘🌻
✍ FN

KURANG DUA SENTI

Kurang Dua Senti

“Terkadang, kita harus mengesampingkan ego pribadi dan mimpi kita untuk memenuhi keinginan orang tua. Sangat mungkin bahwa itu adalah jalan dari Allah untuk masa depan kita yang lebih baik”  

 

Sebelum aku sekolah, aku ingat sekali beberapa kali ayah mengajakku ikut bekerja ke kantornya, Nurtanio, atau sekarang sudah berubah menjadi PT Dirgantara Indonesia. Di sana ayah selalu membopong tubuh kecilku untuk diajak berkeliling ke atas pesawat atau helikopter yang sedang ayahku kerjakan.

Tubuh mungilku itu terkadang didudukkan di kursi pilot dan ayahku menirukan bunyi mesin helikopter dan pesawat.

Sejak kecil aku sudah terbiasa naik pesawat dan helikopter, walau pun tidak pernah benar- benar terbang dan bahkan belum jadi. Ya setidaknya aku bisa sedikit menyombongkan diriku di depan teman- teman, bahwa aku pernah naek pesawat dan helikopter.

Sejak itu pula aku sangat kagum dengan profesi ayahku yang berkecimpung di dunia perpesawatan.

Di samping mimpi untuk bisa duduk di pesawat dan terbang ke luar negeri, akhirnya juga aku bermimpi agar bisa mempunyai pekerjaan seperti ayahku.

Sejak aku berseragam putih-merah juga akhirnya aku bermimpi untuk bisa sekolah di STM Penerbangan.

Ketika menjelang kulepas seragam kebesaran putih- biru SMPku, aku dan teman- teman sudah kasak- kusuk untuk memilih sekolah. Pilihannya ya tidak jauh- jauh antara SMA atau SMK. Seperti mimpi awalku tentu saja ku memilih akan bersekolah di STM Penerbangan. Alhamdulillah ketika itu NEMku lumayan tinggi, layak untuk mendaftar ke SMS atau SMK favorit mana pun di Bandung.

 

Kurang Dua Senti

Eh, entah kenapa, terjadi perubahan keinginan dan mimpi yang signifikan.

Entah apa yang terjadi kepada orang tuaku dan  dengan siapa mereka berbicara, tiba- tiba mereka memintaku untuk mendaftar ke SMA Taruna Nusantara.

Alasan mereka, menjadi tentara bisa menjadi jalan pintas menuju kesuksesan. Mereka ingin aku seperti pamanku yang sukses setelah menjadi perwira TNI Angkatan Laut. Di usianya yang masih muda, pamanku sudah bisa menunaikan ibadah haji dan sekarang dia sudah duduk manis bekerja di dalam kantor, sudah tidak berjibaku dan bersimbah pelu di lapangan, atau hanya sekedar menjadi pasukan penjaga perbatasan.

Dan, kalau tidak salah sih, di kala itu, di TVRI sedang ditayangkan semacam miniseri yang menceritakan kehidupan para siswa SMA Taruna Nusantara. Memang keren sih, karena sekolah itu memang salah satu sekolah yang terbaik di Indonesia.

Aku mati- matian menolak keinginan mereka. Aku tetap bersikukuh ingin melanjutkan sekolah ke STM Penerbangan, sekolah impianku sejak kecil.

Setelah melalui beberapa hari yang tegang karena kami terus bertukar argumen dan saling keukeuh dengan pendapat masing- masing.

Akhirnya dengan pertimbangan bahwa orang tua jauh lebih berpengalaman, dan argumenku masih sebatas mimpi, aku pun menyerah.

Dengan dokumen- dokumen yang ternyata sudah disiapkan oleh orang tuaku, aku pun melangkah dengan gontai diantar salah satu pamanku ke Koramil Bandung, temat pendaftaran resmi SMA Taruna Nusantara.

Ah, ternyata Allah punya rencana lain, ternyata waktu pendaftaran di bandung sudah habis. Dan juga ketika seleksi awal, tinggi badanku juga ternyata kurang dua senti. Sudah dipastikan bahwa aku tidak akan lulus, bahkan di syarat awal tinggi badan.

Tentunya aku sangat gembira karena tidak lolos seleksi awal. Pulang dari koramil, aku bukannya kecewa, malah jingrak- jingkrak dan cengar-cengir sepanjang perjalanan pulang.

Plan B

Ternyata, orang tuaku sudah punya plan B, yang tetap saja berbeda dengan mimpiku.

Diam- diam, mereka juga sudah menyiapkan dokumen- dokumen untuk mendaftarkanku ke sebuah SMK yang tidak pernah kudengar dan tidak pernah mampir sekali pun di dalam pikiranku.  Nama sekolah itu Sekolah Analis Kimia, keren kan?

Katanya sih, ini adalah turunan dari Sekolah Analis Kimia ITB, yang kata teman Ibuku sudah terkenal di dunia industri sebagai penyuplai tenaga kerja yang handal. Dan seratus persen lulusannya akan cepat bekerja, bahkan sebelum lulus sekolah.

Analis Kimia? Ah sudah terbayang nanti jika aku bekerja di laboratorium, memakai jas lab berwarna putih, memakai kaca mata, berambut gondrong a la Einstein dan sedang mencampur cairan- cairan yang berwarna- warni.

Sungguh di luar dugaanku.

Dan diam- diam pula mereka sudah mendaftarkanku ke sekolah itu.

Dengan NEMku yang lumayan tinggi, ternyata aku dengan lancar diterima di sekolah itu. Walaupun sekolah itu katanya sih memasang passing grade tertinggi kedua di Bandung, setelah STM Pembangunan. Dua sekolah ini memakai sistem pembobotan, ada faktor pengali yang berbeda untuk tiap mata pelajaran di dalam NEM.

Tadinya sih, aku sempat kesal, bahkan marah kepada orangtuaku, karena tindakan mereka yang diam-diam seperti itu. Mereka beralasan bahwa waktu pendaftaran sudah sangat mepet.

Mereka akhirnya meluluhkan hatiku dengan cerita bahwa mereka sudah berkonsultasi dengan banyak teman- teman mereka yang bekerja di industri, di sekolah- sekolah. Mereka kebanyakan merekomendasikan sekolah ini. Ibu berani menjamin, bahwa masa depan ku akan lebih cerah jika mau bersekolah di situ.

Akhirnya kukubur mimpiku dalam- dalam untuk menjadi “montir” pesawat terbang seperti ayahku.

 

Ridha Allah=Ridha Ortu

Terkadang, kita harus mengesampingkan ego pribadi dan mimpi kita untuk memenuhi keinginan orang tua. Sangat mungkin bahwa itu adalah jalan dari Allah untuk masa depan kita yang lebih baik. Bukankah ridha Allah ada bersama ridha orang tua?

Hal tersebut terbukti pada diriku.

Walau pun sempat tinggal kelas dan lima tahun bersekolah di sekolah itu, tapi Alhamdulillah, pada akhirnya aku yang sekarang, sudah mencapai kondisi yang bahkan jauh lebih baik dari harapanku ketika aku masih bermimpi untuk bersekolah di STM Penerbangan.

Utamakan ridha orang tua kita, karena ridha mereka adalah ridho Allah!

 

RIIDHO ORTU

Niat

Al-Imam Ibnul Mubarok Rohimahulloh berkata:

رُبَّ عَمَلٍ صَغِيرٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ ، وَرُبَّ عَمَلٍ كَبِيرٍ تُصَغِّرُهُ النِّيَّةُ

“Sangat banyak amalan kecil, akan tetapi menjadi besar karena niat pelakunya. Dan sangat banyak amalan besar, menjadi kecil karena niat pelakunya”

Alhamdulillah

Alhamdulillah
 
إِلَى كُلِّ شَخْصٍ حَزِيْنٍ حَالِـيًا
Ilaa kulli syakhshin haziinin haaliyan.
Kepada setiap orang yg sedang sedih saat ini.
 
اِذْهَبْ إِلَي الْمُسْتَشْفَى لِتَعْرِفَ نِعْمَةَ الْعَافِيَة
IdzHab ilal-mustasyfaa li-ta’rifa ni’matal-‘aafiyah!
Pergilah ke Rumah Sakit, agar Anda tau nikmatnya sehat!
 
اِذْهَبْ إِلَي السِّجْنِ لِتَعْرِفَ نِعْمَةَ الْحُرِّيَّة
IdzHab ilas-sijni li-ta’rifa ni’matal-hurriyyah!
Pergilah ke Penjara, agar Anda tau nikmatnya kebebasan!
 
اِذْهَبْ إِلَي الْقُبُوْرِ لِتَعْرِفَ نِعْمَةَ الْحَيَاة
IdzHab ilal-qubuur li-ta’rifa ni’matal-hayaat!
Pergilah ke pemakaman, agar Anda tau nikmatnya hidup!
 
فَمَا هُوَ حُزْنُكَ بِالنِّسْبَة لَهُمْ؟
Fa-maa Huwa huznu-ka bin-nisbah laHum?
Lalu bagaimana kesedihan Anda jika dibandingkan dengan mereka?
 
اَلْحَمْدُ لِلَّه عَلَى كُلِّ حَال
AlhamduLILLAAH ‘alaa kulli haal.
Segala Puji Bagi ALLAH dalam setiap keadaan.