Bosan Itu Indah


Bosan Itu Indah

Oleh: Diday Tea

Siapa sih yang tidak pernah dihinggapi perasaan bosan belajar, bosan mengaji, bosan ketika terjebak rutinitas pekerjaan, bosan mencoba ketika kegagalan terus menghadang misi-misi kehidupan, dan bosan untuk segudang masalah lainnya?

Hampir dua dekade lalu saya mengikuti sebuah pelatihan kepemimpinan yang bernama Santri Siap Guna, di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung.

Yaa, pesantrennya Aa Gym deh untuk temen-temen yang belum tahu.

Ada satu bagian dari latihan yang kurang lebih bernama Mengatasi Kebosanan.

Beberapa jam, semua santri hanya belajar baris-berbaris, hadap hiri, hadap kanan, maju jalan dan gerakan-gerakan dasar baris-berbaris lainnya.

Kesan dan pesannya yaa sesuai dengan judul latihannya: Membosankan. Bayangkan saja, dari pagi sampai matahari mulai terik, yang kami lakukan ya begitu-begitu saja, selama beberapa minggu pertemuan pelatihan itu.

Itu pun kami baru mengetahui kalau ternyata setelah beberapa kali pertemuan, bahwa itu bukan hanya sekedar berlatih baris-berbaris.

Entah siapa pelatihnya waktu itu, tapi kurang lebih beliau menyampaikan salah satu teori tentang kepemimpinan.

Salah satu kekuatan mental yang harus dibangun oleh seseorang adalah kekuatan mengatasi kebosanan.

Law of repetition.

Hukum pengulangan.

Apa fungsinya?

Oh, banyak dan akan sangat bisa berguna dunia akherat.

Kemampuan mengatasi kebosanan bisa menjadi alat yang sangat kuat untuk belajar dan meraih kemampuan-kemampuan baru. Bisa menjadi pemicu untuk kebaikan-kebaikan di dalam hidup.

Orang yang cepat bosan biasanya jarang bisa mahir di dalam suatu keahlian, hanya sebatas hangat-hangat ayam goreng, sebentar dan langsung anyep dan rasanya menjadi kurang lezat dan kurang kremez.

Kemampuan melawan rasa bosan, bisa menjadi jembatan untuk melejitkan semangat kita untuk melakukan kebaikan-kebaikan.

Rutinitas tidak akan menjadi kebosanan jika kita mengubah paradigma kita.

Kapan pun anda bosan, anda harus gembira, karena itulah saat datangnya kesempatan untuk bertarung mengalahkannya.

Kemenangan insyaallah akan menjadi gerbang menuju kesuksesan, kekalahan melawan rasa bosan ya insyaallah akan menjadi jurang masa depan yang suram. Naudzubillahi min dzaalik.

Bosan itu indah, percaya deh!

Doha, 30 Oktober 2018

#30dwcjilid15 #squad7 #30dwc

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s