Duh, Doha Banjir!


Oleh: Diday Tea

Doha? Banjir?

Maksudnya Doha ibukota Qatar. Negara yang ada di Timur Tengah, negara yang hampir semua areanya adalah gurun pasir? Gurun pasir kan panas? Mana mungkin bisa banjir? Hujan saja jarang kan?

Temen-temen tidak salah membaca. Memang Doha Banjir.

Secara umum, di wilayah Timur Tengah hanya ada dua musim, musim panas dan musim dingin. Tidak terlalu ekstrim, tapi sangat terasa perbedaannya. Di puncak musim panas, suhu bisa mencapai lima puluh derajat Celcius, dan sangat lembap. Kalau musim dingin, seingat saya temperatur paling rendah di daerah perkotaan mungkin hanya 10 derajat Celcius. Tidak terlalu sulit untuk beradaptasi dibanding musim panas. Hanya yang perlu diwaspadai adalah hembusan angin dingin yang bisa seketika membuat kulit kering dan bibir pecah-pecah, atau badai pasir di musim panas yang bisa sangat berbahaya.

Di antara dua musim ini ada ada semacam musim pancaroba, di mana suhunya sangat enak, sangat mirip seperti suhuh di daerah Indonesia yang sejuk seperi Bandung. Kami yang tinggal di Qatar sangat menikmati suhu yang tiak terlalu dingin dan angin sepoi-sepoi walau pun hanya 1-2 bulan itu.

Entah karena global warming yang memicu anomali cuaca di seluruh dunia, atau penyebab yang lain, beberapa tahun ini memang hampir selalu terjadi banjir di Doha, Qatar, kota tempat saya tinggal hampir selama sebelas tahun ini.

Akhir Oktober seperti sekarang adalah penghujung musim panas, dan biasanya diawali dengan hujan yang hanya gerimis. Semacam salam perpisahan untuk musim panas dan salam pertemuan dengan musim dingin.

Tapi, kalau saya tidak salah menghitung, empat sampai lima tahun belakangan ini salam perkenalan dari sang musim dingin tidak selembut biasanya. Salam perkenalan datang dengan mulai sangat keras. Di beberapa area bahkan sampai terjadi hujan es, seperti di Indonesia.

Kemarin, tanggal 20 Oktober 2018 Hujan langsung turun deras dan lebat hampir seharian hampir di seluruh wilayah Qatar. Kalau hujan lokal sudah datang ke beberapa kota di bagian Selatan dan Utara Qatar.

Banjir akhirnya tetap melanda, walau pun Pemerintah sudah menyiapkan solusi sejak pertama kali banjir melanda Qatar beberapa tahun yang lalu. Hujan kemarin seperti hujan di negara tropis, lebat dan lama, dari pagi sampai sore. Di jalan-jalan utama, Dinas Pekerjaan Umum setempat sudah membuat modifikasi gorong-gorong untuk membuat saluran air hujan. Yang paling keren, mereka menyiapkan banyak sekali truk penyedot air yang siap siaga di titik-titik rawan banjir.

Tidak lama kemudian sudah tak terhitung postingan tentang banjir dan hujan yang sudah berseliweran di group Whatsapp dan sosial media lainnya. Bahkan ada beberapa yang kurang beruntung terkena dampak banjir kemarin, sehingga mobilnya tenggelam di area parkiran atau rumahnya dimasuki banjir sampai betis.

Ada beberapa jalan utama di Doha yang ditutup untuk menanggulangi banjir secepat mungkin.

Tapi kerennya nih, hanya dalam watu semalam, semua titik banjir sudah kering.

Lalu-lintas pun sudah lancar kembali di jalan-jalan utama karena layaknya Sangkuriang, Truk-truk penyedot banjir dan petugas-petugas dari Civil Defense berjibaku semalaman untuk membersihkan titik-titik yang terkena banjir di seluruh penjuru kota.

Jika kita hanya sekedar membaca berita untuk pengetahuan dan informasi saja  tentunya tidak apa-apa.

Tapi, sebagai seorang muslim, kita harus bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian dan episode hidup yang kita alami.

Buat saya sih ini hikmahnya:

  1. Kita harus belajar dari kesalahan agar tidak terulang kembali di masa depan. Ini ditunjukkan dari sigapnya Pemerintah Qatar untuk memodifikasi gorong-gorong dan membuat saluran air jalan-jalan yang rawan banjir.
  2. Manusia hanya bisa berencana. Tapi Allah yang menentukan. Walau pun mitigasi di atas sudah dilakukan, tapi tetap saja masih terjadi banjir dan menyebabkan kekacauan untuk beberapa saat, karena tidak ada yang tahu dan mengira, hujan yang datang akan sederas dan selama seperti kemarin. Padahal sepanjang akhir pekan memang sudah diperkirakan akan terjadi hujan di wilayah Doha dan sekitarnya.
  3. Selalu punya rencana cadangan untuk rencana-rencana kehidupan kita. Semalaman Civil Defense mengerahkan lebih banyak armada truk penyedot air untuk segera menanggulangi banjir di banyak titik di Doha dan sekitarnya.

 

Semoga bermanfaat!

 

 

Doha, Qatar

21 Oktober 2018

Ini adalah tulisan pertama dari #30dwcjilid15

#pejuang30DWC

#30dwcjilid15Tulisan Day 1 Doha Banjir

Iklan

Satu pemikiran pada “Duh, Doha Banjir!

  1. Sarikusuma

    Wah… ternyata negara Timur Tengah emang lagi banyak dilanda hujan dan banjir ya. Makasih artikelnya, bermanfaat Insya Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s