Pelunak Hati: Masih Berani Mengeluh?


Pelunak Hati: Masih Berani Mengeluh?

Di setiap level kehidupan, orang miskin, orang agak miskin, orang kaya, orang super kaya sampai konglomerat pun, selalu ada celah untuk mengeluh.

Dari hanya sekedar mengeluh kurangnya penghasilan, sampai mengeluh mobil kurang satu, atau tanah kurang satu hektar.

Jika sedikit saja terbersit tanda bahwa kita akan mengeluhkan sesuatu yang kurang pada diri kita, segeralah berpaling.

Pergilah ke luar rumah.

Amati orang- orang di sekitar anda.

Seorang kuli tua renta yang menyebrang jalan dengan tergopoh- gopoh.

Seorang Ibu- ibu tua yang sedang menjajakan dagangannya di pinggir jalan.

Orang- orang yang berjuang jauh lebih susah payah daripada kita hanya untuk sekedar makan hari ini.

Dan tanya pada diri anda: Masih Berani Mengeluh?

وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnyanakhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahuinya.” (QS. Al Ankabut 64)

Doha, Qatar
Jumát, 13 Februari 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s