Sun Tangan


Saya mau sedikit berbagi, bercerita, dan bertanya tentang budaya “Sun Tangan” orang Indonesia.

Seperti yang kita tahu, sejak kecil kita diajari orang tua kita untuk Sun Tangan/Salim  jika bertemu dengan teman/saudara/orang yang lebih tua.

Sejak kecil, saya juga ajari lah anak saya untuk sun tangan, setiap bertemu dengan teman saya, anak teman saya, tiap pulang kerja atau berangkat kerja.

Masalah, atau lebih tepatnya keheranan mulai muncul, ketika orang yang di Sun Tangan-i itu bukan orang Indonesia… 😀


Ketika bertemu orang Qatar/Arab, anak saya otomatis menyodorkan tangannya kepada orang tersebut. Nahh..ketika mau disun tangan, orang tersebut, malah seperti menolak, dan malah dia yang mencium tangan anak saya..atau mencium pipi.. 🙂

Sepertinya mereka punya budaya dan cara yang berbeda untuk menunjukkan rasa hormat mereka.

Di sini sih sejauh yang saya amati, mereka akan beradu hidung dengan keluarga dekat..


Dan kalau jeli juga, ketika selesai sholat Jum’at, akan ada sekelompok anak kecil yang yang menghampiri imam/khatib dan anak kecil tersebut MENCIUM KEPALA IMAM’KHATIB…


Yang paling dramatis sih kemarin, waktu di Qatar Marine Festival.

Ada teteh teteh penunggu stand, dari tampangnya sih orang dari Jazirah Arab, beda-beda sedikit lah sama Nabila Syakieb, cuma ini rambutnya pirang dan matanya hijau keabu- abuan,hehehe.

Ketika di sun tangan oleh anak saya, dia langsung terlihat seperti syok dan memegang mulutnya sambil memandang anak saya, kaget sekaget-kagetnya…. Bukan kaget marah sih…tapi “Omaygad!You…..You…!” Katanya, 😀 


Kita mah cuek saja, meninggalkan si teteh yang masih melongo dengan tampang entah terkejut, terpesona, heran, atau apapun itu. Saya rasa si teteh itu masih memandangi kami sampai kami berjalan menuju parkiran.


Senangnya ya hidup dengan orang dari negara lain di perantauan, kita bisa “membaca” budaya orang- orang dari negara lain.. 🙂

Iklan

3 pemikiran pada “Sun Tangan

  1. haahaha.. lucu sekali, lain lubuk lain ikannya :DD

    bahkan di Indonesia sendiri juga kadang2 berbeda kebiasaan.
    suatu saat sehabis sholat berjamaah di sebuah masjid kampus, otomatis saya bersalaman dengan kanan-kiri, waktu saya mau melepaskan salaman, eh, mbak-mbaknya ternyata punya model salaman sendiri. Salaman ‘gaul’ ala mereka, (1)jabat tangan biasa-(2)mengaitkan ibu jari-(3)jabat tangan lagi -__- :DD set set set :DDD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s