Minder Itu Bermanfaat


“Setiap manusia yang lahir ke dunia, adalah satu sel sperma yang berhasil mengalahkan ratusan juta sel lainnya untuk membuahi satu sel telur”

 

Setiap manusia memiliki kecenderungan untuk berbuat baik dan pasti ingin berubah lebih baik untuk menjadi baik.

Salah satu kondisi, atau perasaan yang bisa menjadi pemicu keinginan seseorang untuk berubah menjadi lebih baik adalah perasaan minder. Ya, minder.

Pernahkah Anda merasa minder? Ah, Itu sih perasaan yang biasa kita alami.

Perasaan yang sering, bahkan selalu timbul ketika kita dihadapkan dengan orang lain yang memiliki kondisi yang lebih baik daripada kita.

Kita akan merasa minder jika berada di samping orang yang lebih tampan atau lebih cantik daripada kita.

Kita akan cenderung merasa inferior jika berada di dekat orang yang kita tahu jauh lebih tinggi jabatannya, jauh lebih banyak hartanya daripada kita.

Kita akan merasa jadi orang yang paling berdosa sedunia ketika kita berkenalan dengan seseorang yang sholeh luar biasa.

Kita akan menjadi orang yang paling pelit, medit, koret, kopet, buntut kasiran, keked mengkene, merege hese, cap jahe (Maaf, bahasa Sunda memang lebih dramatis untuk menggambarkan kata- kata “pelit”) sedunia ketika mendengar ada milyuner yang bisa menyumbangkan sebagian besar hartanya untuk membantu orang miskin dan anak yatim.

Minder tidak melulu menjadi sifat negatif bisa menjadi sebuah pemicu dari agen perubahan.

Selama perasaan minder itu terkonversi menjadi iri yang positif, dan tidak berlarut- larut tumbuh menjadi perasaan dengki dan berburuk sangka, itu adalah wajar.

Seringkali, kondisi seperti ini malah membuat kita cenderung berputus asa karena kita memasang standar yang terlalu tinggi untuk memulai sebuah perubahan ke arah yang lebih baik.

Seringkali keinginan untuk langsung berubah jauh lebih baik, malah menjadi bumerang, dan menyebabkan kita langsung menyerah, ketika baru saja akan melangkah.

Hei, perubahan itu perlu waktu!

Hanya kondisi luar biasa yang bisa membuat orang berubah drastis dalam semalam.

Hanya kondisi yang di luar nalar manusia ketika ada orang yang jarang super pemarah, tiba- tiba jadi orang yang super penyabar.

Perubahan yang tiba- tiba, seringkali tidak mempunyai pijakan yang kuat, sehingga cenderung lebih mudah untuk goyah, dan lebih beresiko untuk kembali ke arah kondisi sebelumnya.

Perubahan yang baik seharusnya bertahap, agar bisa berkesinambungan dalam periode waktu yang lebih lama.

Kita harus memulai dengan standar yang tidak terlalu sulit, walaupun tetap dengan mimpi yang tinggi. Standar yang mudah akan lebih mudah dicapai.

Contoh yang sederhana: Lebih baik memulai mengaji satu ayat setiap hari, tapi rutin, dan tidak pernah kita lewatkan, daripada kita tiba- tiba sholeh dalam satu malam, membaca beberapa juz Al Qur’an,tapi setelah itu, tidak melakukannya lagi setelah berbulan- bulan.

Lebih  baik memulai sholat malam, walaupun hanya satu rakaat, tapi rutin setiap hari daripada kita tiba- tiba melakukan sholat malam semalaman, dan berhenti berbulan- bulan.

Kita harus realistis untuk melakukan perubahan.

Jika sudah melakukan hal- hal yang mudah, dan lebih baik dari kondisi sebelumnya, seperti contoh sholat dan mengaji tadi, kita pasti akan sampai pada tahap konsisten.

Dan otomatis, kondisi yang konsisten ini akan memicu kita untuk lebih baik.

Mungkin setelah sebulan, dua bulan atau setahun, kita memulai perubahan kecil akan terjadi perubahan lebih besar.

Dan tanpa terasa, kita akan sampai pada tahap yang sama, atau bahkan lebih baik dari kondisi yang kita inginkan sebelumnya.

Mentalitas dan pemikiran seperti ini sih seharusnya bisa dipraktekkan di seluruh aspek kehidupan: sekolah, bekerja, mengajar, dan bidang- bidang lainnya.

Ingat, untuk memindahkan segunung batu bata apa yang harus kita lakukan? Bukan pusing, bukan panik, bukan frustasi, bukan menggerutu, bukan syok.

Ya! Mulailah dengan memindahkan satu buah batu bata terdekat. Dan batu- bata lainnya, satu demi satu.

Perjalanan jutaan tahun cahaya, selalu akan dimulai dengan satu langkah kecil.

 

Selamat menikmati langkah kecil anda yang pertama untuk memindahkan segunung batu- bata.

 

www.didaytea.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s