Jangan Lelah Repost & Share!

Kita sudah tahu bagaimana dahsyatnya keutamaan sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan ini, tapi karena berbagai keterbatasan kita kadang ngga sanggup terus menerus Tarawih, atau terus menerus mengaji, atau sedekah setiap hari.

Kita juga tidak ingin waktu kita berlalu dengan sia-sia.
Solusinya ya jangan pernah lelah repost atau share postingan-postingan yang mengajak kebaikan.
Karena ini akan menjadi ladang pahala yang sangat besar buat kita. Setiap orang yang melakukan kebaikan karena postingan kita, akan menjadi akumulasi pahala kebaikan yang sangat banyak.
Insyaallah.
“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya”(HR. Tirmidzi 1893).

@didaytea
Doha, 13 May 2020

Dzikir, Mengaji, Sodaqoh Lebih Dari 83 Tahun!

Mulai malam ini, 1 saja huruf Al Qur’an yang kamu baca, bisa jadi diberikan kebaikan lebih dari seperti kamu membacanya lebih dari 30.000 hari, atau 1000 bulan, atau 83 tahun!

Mulai malam ini, 100.000 Rupiah saja kamu sedekah, bisa jadi seperti kamu sedekah lebih dari 3 Milyar!

Mulai malam ini, kamu sholat Qiyamul Lail 2 rokaat saja, bisa jadi seperti kamu sholat lebih dari 60.000 rokaat!

Mulai malam ini, kamu dzikir, istighfar, atau sholawat sekali saja, bisa jadi seperti kamu melakukannya lebih dari 83 tahun!

Ayo Tancap Gas amalan kamu sekuat-kuatnya, sebisa-bisanya!

Jangan lewatkan peluang pahala lebih dari 1000 bulan!

@didaytea

Masih Mau Nyantei?


Masih Bisakah Tertawa?

Oleh: Diday Tea

Sudah separuh Ramadan berlalu nih, bagaimana kualitas ibadah temen-temen semua? Jika masih segitu-gitu aja, masih belum meningkat, atau bahkan menurun, itu berarti sudah tanda bahaya.

Jika masih perlu diingatkan bagaimana dahsyatnya pahala kebaikan dan ibadah di bulan Ramadhan ini, dan masih belum ada dorongan untuk melakuan sesuatu yang lebih dibanding bulan lain, perlu berapa kesempatan Ramadaan lagi yang harus Allah berikan kepada kita?

Jika kita tahu bagaimana sedihnya para sahabat ketika Ramadan berlalu, seharusnya kita tidak akan bisa lagi tertawa-tawa biasa, seolah bulan Ramadan ini hanya rutinitas biasa di kehidupan kita.

Coba evaluasi, sudah sampai di mana kita mengaji, sudah berapa kali kita melewatkan tarawih atau tahajud, sudah berapa banyak temen-temen kurangi waktu tidur temen-temen untuk menghidupkan malam Ramadan yang sungguh mulia ini?

Coba ingat-ingat, apakah temen-temen menyempatkan sekedar berdzikir atau beristighfar di waktu senggang,  atau seringkali waktu dihabiskanbegitu saja oleh lamunan kosong?

Coba lihat kembali ke belakang, apakah sholat temen-temen masih terburu-buru, atau sholat sudah bisa menjadi “jalan keluar” temen-temen dari kegelisahan hidup yang semakin berat?

Coba rasakan kembali, apakah di waktu sahur dan berbuka apakah temen-temen lebih sibuk berebut makanan dan minuman yang istimewa? Sehingga lupa bahwa kedua watu itu adalah waktu yang do’a tidak mungkin tertolak.

Coba tengok kembali diri anda di cermin, di manakah temen-temen ketika sehabis Isya? Apakah anda khusyu Tarawih lalu mengaji, atau  malah sedang ambruk terbaring kekenyangan, sambil tetap air liur menetes membayangkan cemilan  impian temen-temen yang belum sempat temen-temen habiskan?

Diamlah sejenak, merenung sejenak, pikirkan secara dalam-dalam, sebesar apa penyesalan kita di masa depan jika ternyata Ramadan ini adalah kesempatan terakhir yang diberikan oleh Allah.

Ayo berjuang temen-temen!
Doha, Qatar
9 Mei 2020

Tugas Pertama #biliknulis #biliknulisbatch1 #kelasmenulis
Cc @arumfaiza @bund_novi