Masih Mau Nyantei?


Masih Bisakah Tertawa?

Oleh: Diday Tea

Sudah separuh Ramadan berlalu nih, bagaimana kualitas ibadah temen-temen semua? Jika masih segitu-gitu aja, masih belum meningkat, atau bahkan menurun, itu berarti sudah tanda bahaya.

Jika masih perlu diingatkan bagaimana dahsyatnya pahala kebaikan dan ibadah di bulan Ramadhan ini, dan masih belum ada dorongan untuk melakuan sesuatu yang lebih dibanding bulan lain, perlu berapa kesempatan Ramadaan lagi yang harus Allah berikan kepada kita?

Jika kita tahu bagaimana sedihnya para sahabat ketika Ramadan berlalu, seharusnya kita tidak akan bisa lagi tertawa-tawa biasa, seolah bulan Ramadan ini hanya rutinitas biasa di kehidupan kita.

Coba evaluasi, sudah sampai di mana kita mengaji, sudah berapa kali kita melewatkan tarawih atau tahajud, sudah berapa banyak temen-temen kurangi waktu tidur temen-temen untuk menghidupkan malam Ramadan yang sungguh mulia ini?

Coba ingat-ingat, apakah temen-temen menyempatkan sekedar berdzikir atau beristighfar di waktu senggang,  atau seringkali waktu dihabiskanbegitu saja oleh lamunan kosong?

Coba lihat kembali ke belakang, apakah sholat temen-temen masih terburu-buru, atau sholat sudah bisa menjadi “jalan keluar” temen-temen dari kegelisahan hidup yang semakin berat?

Coba rasakan kembali, apakah di waktu sahur dan berbuka apakah temen-temen lebih sibuk berebut makanan dan minuman yang istimewa? Sehingga lupa bahwa kedua watu itu adalah waktu yang do’a tidak mungkin tertolak.

Coba tengok kembali diri anda di cermin, di manakah temen-temen ketika sehabis Isya? Apakah anda khusyu Tarawih lalu mengaji, atau  malah sedang ambruk terbaring kekenyangan, sambil tetap air liur menetes membayangkan cemilan  impian temen-temen yang belum sempat temen-temen habiskan?

Diamlah sejenak, merenung sejenak, pikirkan secara dalam-dalam, sebesar apa penyesalan kita di masa depan jika ternyata Ramadan ini adalah kesempatan terakhir yang diberikan oleh Allah.

Ayo berjuang temen-temen!
Doha, Qatar
9 Mei 2020

Tugas Pertama #biliknulis #biliknulisbatch1 #kelasmenulis
Cc @arumfaiza @bund_novi