You Can Count On Me


You Can Count On Me

Beberapa hari ini di Instagram saya seringkali terdengar lagu dengan judul di atas.

Sepertinya sedang Happening banget.

Lagunya normal sih, tidak ada cinta-cintaan.

Setelah saya renungkan, saya telaah, saya pertimbangkan dengan sangat matang-matang dan komprehensif serta berkesinambungan selama 2 menit, eh, terlalu singkat ya?

Saya tiba-tiba mendapat ilham dan kesimpulan dari kalimat sederhana “You Can Count on Me”, yang biasanya diterjemahkan menjadi “Aku bisa kamu andalkan” itu, bisa berarti sangat penting buat kelangsungan hidup berumahtangga. Bisa berimbas jauh sekali sampai ke kehidupan akhirat kita,

Tidak semua orang punya Soulmate, BFF (Best Friend Forever), Sahabat Sejati, Kawan Hati, atau apa pun istilahnya untuk menyebut seseorang yang bisa kita andalkan setiap saat.

Di kala gelap atau pun terang

Di kala sedih atau pun senang

Di kala murung atau pun riang.

Seseorang yang mendekati kita ketika semua orang menjauh benci.

Seseorang yang tak pernah lelah menasehati kita walau pun kita tak pernah menghiraukannya.

Seseorang yang tetap menunjukkan kesalahan kita saat semua orang memberi sanjungan yang semu.

Seseorang yang menutup mulutnya rapat- rapat jika ditanya aib kita, di saat orang lain malah mengorek-ngorek masa lalu kita yang kelam.

Seseorang yang tak pernah bosan mengingatkan jika kita mulai malas mendekat kepada Yang Maha Pencipta.

Seseorang yang selalu membawa kita mendarat lagi ke bumi ketika cuping hidung kita mulai terlalu jauh terbang di atas pujian dan kesombongan.

Seseorang yang dua detik sebelum kita kentut pun sudah bisa membaca gerak tubuh kita.

Siapa sih yang cocok menjadi si “You Can Count on Me” ini?

Salah satu yang paling cocok, tidak lain dan tidak bukan, yaitu dialah pasangan (bukan pacar!) kita.

Dialah yang (insyaallah) akan menemani kehidupan kita di dunia sampai akhir hayat nanti.

Suami atau Istri pasti bisa saling mengandalkan satu sama lain. Di dalam segala urusan.

Dari urusan dunia sampai akhirat.

Dari urusan dapur hingga kasur, dan sumur (kalau di rumahnya tidak ada sumur, bisa diganti dari urusan dapur, kasur hingga showeur. Hehehe. Maksa ya?

Dari urusan mendidik anak, mengurus rumah tangga, suami pasti bisa mengandalkan istri, dan istri pun pasti bisa mengandalkan suami.

Dengan pembagian dan tugas yang tepat dan proporsional tanpa ada yang merasa dizhalimi, insyaallah tidak akan ada kendala apa pun di dalam menjalani rumah tangga.

Tinggal bahagia sepanjang masa dan masuk surga bersama-sama. Aamiin.

Setelah membaca tulisan ini, silahkan bercermin kepada pasangan anda, tataplah matanya dalam-dalam, lalu bisikkan perlahan di telinganya:

“You can count on Me!”

Selanjutnya, yaa terserah anda…

Diday Tea

Doha, Qatar

5 Maret 2018

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s