NTO (Nasi Tutug Oncom) Idaman Hati


Walau pun lidah sudah kutap- ketap dan pikiran sering tertambat kepadanya, tapi selama liburan kemarin saya sama sekali tidak sempat bertemu dengan NTO ini. Hanya saudaranya saja yang sekali saya temui, itu pun oncomnya bukan dari original venfor di Bandung. Dan berupa surabi, bukan NTO.

Dan bukan berupa NTO, tapi berupa surabi oncom haneut.

Lumayan untuk membuat lupa sejenak dua jenak mah sama NTO.

Eh, rezeki mah memang tidak akan salah memilih tempat jatuhnya.

Ehhhh, malahan di Qatar, ternyata tak terduga tak disangka heran tak terhingga, saya bisa menyantap si NTO yang sudah diidam-idamkan hampir sebulan itu.

Walau pun malu- malu seperti merpati berbulu domba, saya pindahkan secukil NTO ke atas sebuah piring plastik. Ditemani asin sepat balado dan hayam goreng, dan tentunya sambel terasi.

Saya usahakan jaim semaksimal mungkin agar tidak terlalu terlihat sama yang empunya rumah kalau saya sebenarnya sangat terharu melihat wujud si NTO ini.

Padahal di dalam hati ini, saya sudah seperti buasnya cheetah yang akan menyergap sang Kijang.

Walau pun tadi hanya sekepalan tangan saja yang sempat saya santap, tapi rasa pelemnya masih terasa sepanjang 70km perjalanan pulang ke rumah.

Tak hanya sampai di situ, ternyata si NTO ditemani juga oleh kejutan dari Baso Tahu dan Baso kuah yang sudah bersemayam rapi di dalam kantong kereek putih.

Hidup NTO!

‪#‎tararengkiwakangsamatetehyangsudahmekelan‬

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s