Inferno


Setelah dari kemarin melesat cepat melalap 642 halaman Inferno-nya Dan Brown sampai lah saya pada kesimpulan bahwa novel ini sangat “Dan Brown”. Super super mirip dengan Da Vinci Code, Angel and Demons. Dengan cerita dan teka- teki yang berpusat kepada karya Dante Alighieri: The Divine Comedy dan Inferno, serta Topeng Kematian dari orang yang sama, Robert Langdon dalam pelarian menyusuri tempat- tempat  bersejarah dan karya- karya seni di Florence(Firenze), Venezia, dan Istanbul dengan (sedikit) penjelasan, yang membuat saya hampir selalu menanyakan kepada om Google, untuk mendapatkan gambaran seutuhnya tentang suasana tempat dia dan neng Sienna Brooks “dikejar- kejar” oleh agen- agen Konsorsium dan WHO.

Bagian terbaik dari novel ini adalah sampai bagian akhir novel,  belum bisa menebak seratus persen, siapakah penjahat sesungguhnya?

Bahkan Bertrand Zobrist pun tidak- benar- benar jahat jika kita melihat alasannya menyebar virus berbahaya dari  waduk kuno Yerebatan Sarayi(Istana Yang Tenggelam) tanpa pertimbangan kemanusiaan, hanya sekedar angka dan logika.

Apakah (Felicity) Sienna Brooks? Yang ternyata adalah bagian dari H+ dan ternyata juga kekasih Bertrand Zobrist?

Atau The Provost, Head of The Consortium dengan usaha “ilusi kehidupan”nya?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s