Demam One Day One Juz


“Sejuta alasan bisa kita cari untuk membuat kita tidak melakukan sesuatu, padahal kita hanya perlu satu alasan untuk melakukan hal tersebut: niat.”

Pesimisme     

Biasanya setiba dari kerja shift malam, saya langsung tidur beberapa jam untuk mengganti waktu tidur yang hilang. Tapi tadi pagi saya harus memaksa mata ini agar terus terbuka. Seringnya sih saya berusaha tetap terjaga dengan bermain game sepakbola di komputer. Karena sebelum jam sebelas saya harus menjemput anak ke sekolah.

Ketika jari- jemari saya sedang hut-het menggenggam joystik, berjuang untuk menaklukan Real Madrid dengan memainkan The Blues, ada seorang teman di Indonesia yang mengirim pesan via Whatsapp: “Kang Dedy, apa dah gabung sama ODOJ One Day One Juz?” sambil melampirkan undangan dari koordinator group ODOJ dan tata cara pendaftaran.

Gampang sih, hanya tinggal menghubungi nomor kontak koordinator via Whatsapp.

Jujur sih, saya langsung pesimis duluan.

“Ngga mungkin lah saya bisa ngaji satu juz satu hari.? Saya kan kerja? Saya kan sibuk? Saya kan males? Itu kan butuh komitmen? Saya kan sibuk? Saya kan kerja? Saya kan ngga ada waktu? Ah, pastinya mah ngga mungkin pisan

Pertanyaan- pertanyaan yang melemahkan semangat itu langsung berkecamuk tak beraturan di dalam pikiran saya.

Di bulan puasa saja saya sering luput mencapai target satu juz sehari. Kalau pun akhirnya bisa tamat, itu pun karena saya sering mencuri start beberapa juz sebelum bulan puasa.

Apalagi ini bulan biasa. Pabaliut (bentrok tidak beraturan-Sundanese)  dengan jadwal kerja, jadwal kuliah, jadwal ujian anak. Boro- boro kepikiran ngaji, walau pun seayat. Satu juz satu hari jadi terdengar sebagai ide yang sangat absurd dan mustahil.

Tapi, memang Allah Maha Memberi Hidayah dan Maha Membolak- balik Hati.

Pagi tadi tiba- tiba saya memutuskan untuk mendaftar saja ke nomor kontak yang dikirim oleh teman saya tadi. Niatnya sih tadinya hanya mencoba saja, toh kalau pada akhirnya tidak sanggup, ya tinggal keluar saja dari grup. Gitu aja kok repot.

Tak sampai satu jam, saya sudah mendapat konfirmasi untuk bergabung dengan grup Whatsapp ODOJ nomor ke sekian.

Peraturannya sangat sederhana.

Di dalam satu grup, ada tiga puluh orang anggota. Satu orang kebagian satu juz untuk dibaca. Jadi, setiap hari satu grup ini akan menamatkan Al Qur’an! Dan setiap anggota otomatis akan khatam Al Qur’an setiap bulan.

Dengan tetap memelihara perasaan mustahil yang sudah muncul sejak pertama kali menerima pesan dari teman saya tadi, ya saya putuskan untuk setidaknya mencoba.

Koordinator di grup saya mengatakan bahwa ngaji semampunya saja dulu. Karena nanti ada sistem back up  dan lelang untuk anggota yang tidak bisa memenuhi target membaca satu juz pada hari itu.

Setelah Zhuhur, akhirnya saya paksakan diri membuka lemari buku dan meraih kotak kecil yang sudah mulai berdebu, berisi Al Qur’an saku per juz. Lalu saya coba untuk mulai membaca. Tetap saja si perasaan pesimis itu masih menggelayut erat di pikiran saya.

“Ah sebisanya aja deh, lagian tadi juga saya sudah bilang hari ini masih kerja shift malam” Biasa, hawa nafsu kan memang begitu. Hehehe.

Tadi saya kebagian juz sembilan.

Dan benar saja, baru juga satu halaman, mata langsung terasa sepet dan bibir langsung kering dan terasa menebal. Langsung saya simpan Al Qur’an juz sembilan  tadi di atas keyboard.

Ya, berhubung menu utama PES 2013 masih terbuka di komputer, saya lanjutkan deh dendam perjuangan mengalahkan Real Madrid yang belum tuntas tadi.

Di level World Class, saya hampir selalu dipecundangi. Saya hanya bisa menang ketika memakai Barcelona dan Chelsea, itu pun menang tipis saja, paling 1-0 atau 3-2.

Setelah beberapa kali mencoba, dan masih saja keok lagi keok lagi.

Pokoknya sampai aral subaha (putus asa-Sundanese) deh, karena dibantai terus- terusan.

Saya pun akhirnya menyerah karena jempol kiri sudah hampir keram.

Karena wudhu saya belum batal, ya saya coba lanjutkan lagi program One Day One Juz tadi.

Kali ini lumayan, saya bisa tahan delapan halaman.

Ketika saya tidak kuat, ya saya berjuang lagi untuk mengalahkan Real Madrid.

Dan tetap saja dibantai lagi, dibantai lagi. Dari belasan kali bertanding sejak pagi tadi, saya hanya bisa menang dua kali.

Kalau sudah mentok, ya balik lagi ke Al Qur’an.

Selama waktu itu, sudah ada tiga atau empat orang yang sudah setor ke grup ODOJ saya. Sudah deh, makin pesimis lagi kalau hari ini saya bisa membaca satu juz.

Diselingi oleh sholat Ashar, ada mungkin empat kali saya bolak balik antara joystik  Al Qur’an.

Eh, ternyata!

Tahu- tahu tangan saya tinggal memegang satu lembar saja dari Al Qur’an per-juz itu.

Alhamdulillah!

Dan akhirnya sebelum berangkat kerja, saya sudah bisa konfirmasi di grup ODOJ saya:

“Alhamdulillah, juz 9 selesai. Doha-Qatar”

Optimisme

             Saya tidak menduga sama sekali ternyata saya bisa membaca satu Juz dalam sehari. Eh, tidak sehari. Total waktu yang saya habiskan mungkin sekitar empat puluh lima menit sampai satu jam. Itu pun karena saya masih belum terlalu lancar membaca ayat- ayat yang jarang saya baca.

Ternyata sama sekali tidak menyita banyak waktu seperti yang saya kira.

Saya ternyata hanya memotong sedikit waktu luang yang biasanya saya isi untuk bermain game dengan alibi untuk melatih konsentrasi (Modus).

Perasaan mustahil itu hanya tipu daya hawa nafsu dan kemalasan saya saja.

Ternyata mental block saya yang menjadi penghalang terbesar. Setelah saya coba, dan itu pun tidak susah- susah amat, tidak harus sampai berjuang mandi peluh dan bersimbah keringat serta mengalami perang batin seperti di sinetron- sinetron, saya ternyata bisa membaca satu Juz Al Qur’an. Padahal sejak bulan puasa, membaca satu ayat pun mungkin hanya seminggu sekali. Harap diingat ya, satu juz itu ada dua belas lembar, atau dua puluh halaman, dan pastinya puluhan ayat dong!

Sejuta alasan bisa kita cari untuk membuat kita tidak melakukan sesuatu, padahal kita hanya perlu satu alasan untuk melakukan hal tersebut: niat.

Subhanalloh, Maha Suci Allah Yang Maha Memberi Hidayah, Maha Membolak- balik hati kita.

Sulit memang, tapi pasti bisa. Jika kita sudah berniat, pasti akan Allah mudahkan, akan Allah beri jalan, dan Allah beri kekuatan.

Ayo segera bergabung dengan grup One Day One Juz terdekat!

Dan rasakanlah bagaimana nikmat dan ringannya membaca Al Qur’an satu juz  satu hari.

NB: per tanggal 2 Desember, 17:40 sudah ada total 257 grup ODOJ=7710 member. Dan terus bertambah!

@didaytea 0512132329

Iklan

2 pemikiran pada “Demam One Day One Juz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s