Disiksa Kerinduan


Seharusnya saya tidak boleh mengungkapkan hal ini, karena hanya Allah-lah sumber ketenangan sejati.

Tapi, faktanya secara de facto, hidup saya tidak tenang disiksa kerinduan kepada istri dan anak- anak saya.

Sejak tiba di Qatar, dan tidak bersama mereka, tidur saya tidak pernah nyenyak. Waktu saya sehari- hari jadi teu paruguh kata orang Sunda mah. Saya tidak hadir sepenuhnya di setiap hal yang saya lakukan.

Ada bagian jiwa saya yang tertinggal di Indonesia bersama mereka.

Walau pun saya tidak memikirkan mereka, tapi mereka selalu hadir di dalam kepala.

Hanya kepada Allah saya meminta pertolongan agar diberi kekuatan untuk bisa sabar menghadapi siksa kerinduan yang sangt berat ini.

Doha, 19 Maret 2013

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s