Self Audit


Mengawasi Diri

Merasa diawasi Allah akan menjauhkan kita dari kesepian. Sebaliknya, kita akan selalu bahagia, dimudahkan dan dilapangkan bila selalu bersama Allah.

Ar-Raqiib adalah nama Allah yang terdapat dalam Asma’ul Husna. Kata Ar-Raqiib, yang akar katanya terdiri dari tiga hurif ra’, qaf dan ba’, memiliki makna dasar tampil tegak lurus untuk memelihara sesuatu. seorang pengawas dinamakan Raqiib, karena ia tampil memerhatikan dan mengawasi untuk memelihara yang diawasinya.

Merujuk akar kata Ar-Raqiib, maka kepengawasan Allah tidak bertujuan untuk mencari-cari kesalahan makhluk-Nya, seperti dilakukan para intel misalnya. Justru, kepengawasan-Nya dimaksudkan untuk mengarahkan, membimbing dan memelihara agar hamba-Nya tidak terjerumus pada kesesatan.

Apa buktinya?
Saat terbetik niat buruk dalam hati kita, maka niat tersebut tidak langsung dicatat sebelum dilaksanakan dalam bentuk tindakan. Sebaliknya, sebuah niat baik, walau belum dilaksanakan sudah mendapat satu pahala. Ketika dilaksanakan, maka pahalanya sepuluh kali lipat atau lebih.

Boleh jadi kita ingin berbuat maksiat. Namun karena kasih sayang-Nya, Allah Swt. menggagalkannya. Banyak jalan bagi Allah untuk menggagalkan niat buruk kita. Mau pacaran mobil mogok. Mau selingkuh, uang di dompet ada yang ngambil, dsb. Semuanya bukan karena kebetulan. Semua terjadi karena Allah berkehendak melindungi kita dari maksiat. Allah Mahatahu isi hati dan pikiran manusia. Allah Mahatahu segala resiko dari yang kita cita-citakan. Baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah.

Apa hikmahnya?
Pertama, berzikirlah kepada Allah. Perbanyaklah ucapan, Allah menatapku, Allah melihatku, Allah mengawasi dan mendengarkanku. Semakin merasa diawasi, semakin terpelihara diri kita. Merasa diawasi-Nya harus lengkap, meliputi hati dan panca indera. Amalkan pula wirid Ar-Raqiib Ar-Raqiib Merasa diawasi Allah akan menjauhkan kita dari kesepian. Sebaliknya, kita akan selalu bahagia, selalu dalam kemudahan, kelapangan bila bersama Allah.

Kedua, mulai awasi diri kita.

Apa yang harus kita awasi?
[1] Suasana hati.
Setiap amal bergantung pada niat. Sehebat apa pun amal, kalau niatnya tidak lurus, tidak akan berarti. Niatkan kita bekerja untuk mencari ridha Allah. Sebab, menurut Imam Ali, orang yang bekerja hanya untuk perut, maka derajatnya tidak jauh berbeda dengan yang keluar dari perut tersebut. Niatkan melayani suami atau istri untuk ibadah, jangan sekadar ingin menyenangkan hatinya saja. Segalanya harus ikhlas karena Allah. Jaga dan awasi niat kita, di awal, tengah, akhir, awasi terus. Belajar berhenti sejenak untuk berpikir sebelum bertindak.

[2] Panca indera.
Awasi lisan kita. Siapa pun yang pandai menjaga lisannya pasti akan selamat dunia akhirat. Ucapan kita harus BMT Tensofales. Pastikan Benar, Manfaat, dan Tak menyakiti (sebagai satu kesatuan). Juga Tenang, Sopan, Fasih, Apik, Lembut, dan Secukupnya. Jangan melakukan tindakan yang dapat merusak suasana. Jangan ngobrol yang membuat suasana tidak enak. Awasi pula setiap lirikan mata. Sebab, mata akan memengaruhi suasana hati. Jika mata tidak terkendali, hati akan membantu. Awasi pendengaran kita. Berjuanglah agar telinga tidak dimasuki kata-kata kotor, ghibah, musik-musik maksiat, dan sejenisnya. Sebagaimana mata, pendengaran yang tak terjaga berpotensi mengotori hati dan merampas kebahagiaan.

[3] Perut dan anggota badan lainnya.
Awasi jangan sampai kita menggunakan dan memakan barang haram. Kalau membeli makanan pastikan halal haramnya. Kalau hendak makan di restoran, lihat jenis restorannya apa. Hindari pula mengonsumsi hal-hal mubazir, seperti rokok.

Awasi semua yang ada pada diri kita, termasuk pikiran. Dengan cara ini insya Allah hidup kita akan lebih terkendali. Sungguh luar biasa, Allah mengawasi kita dan kita pun mengawasi diri. Dan inilah ciri orang bertakwa. Wallaahu a’lam.
Aa Gym

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s