Mendobrak Kemalasan


Berbicara kemalasan, bukan berbicara tentang kurang tidaknya pengetahuan. Dia tahu tapi tetap tak melakukan hal yang semestinya dilakukan ya karena enggan atau malas itulah, dan kerugian yang timbul pun bukan main-main bisa jadi sampai hilang nyawa. Para pengangguran yang malas mencari nafkah atau malas bekerja keras, benar-benar akan menjadi beban dan biang pemborosan. Walaupun menggangur ia tetap menguras dana untuk makan, minum, tempat berteduh, mandi, listrik, air ledeng, dan lainnya.

Padahal kalau dia mau saja keluar dari rumahnya dengan niat dan tekad untuk bekerja keras mencari nafkah niscaya akan seperti burung yang keluar dari sangkarnya dan kembali membawa cacing untuk makan keluarganya, jadi bukan karena tidak ada jatah rizkinya melainkan malas menjemput jatahnya.

Ada seorang pemuda, malah mahasiswa, mempunyai motor yang bagus tapi dia malas sekali untuk memarkir kendaraanya di tempat semestinya. Merasa lebih mudah menyimpan di depan pintu kostnya dan diapun malas untuk repot-repot menggunakan rantai pengaman. Di ujung kisah ini sudah bisa ditebak, kemalasan seperti ini adalah memberi kemudahan bagi pencuri untuk melakukan aksinya. Malas mengeluarkan waktu dan tenaga yang tak seberapa dan hasilnya lenyaplah berjuta-juta hasil tabungan orang tuanya plus masih harus nyicil sisanya.

Kisah lainnya, tentang safety belt atau sabuk pengaman. Karena merasa sudah terbiasa tak menggunakan dan juga malas memakainya, maka pak Fulan sang bos pemilik mobil mewah harus memikul derita menyedihkan. Tatkala ada mobil orang lain yang hilang kendali sehingga menabrak mobilnya tanpa bisa dihindarkan. Akibatnya, selain harus berbaring di rumah sakit berbulan-bulan karena gegar otak dan patah tulang tangan dan kakinya yang tentu mengeluarkan biaya mahal, ia pun tak dapat bekerja dengan baik sehingga banyak kesempatan kesempatan bisnisnya hilang begitu saja.

Hal yang berbeda tidak dialami sang sopir. Walau hanya tamatan sekolah dasar tapi selalu berusaha tertib, disiplin dan tidak mengenal malas untuk menyempurnakan kewajibannya. Sopir itu selamat karena menggunakan sabuk pengaman dengan baik. Ia pun tidak pernah malas berdoa meminta perlindungan kepada Allah yang menguasai segala kejadian, tak pernah malas untuk berzikir sepanjang jalan, juga tak pernah malas untuk bersedekah. Bukankah sedekah adalah penolak bala?

Silahkan renungkan sendiri perkara kemalasan lainnya. Misalnya malas mandi, maka bersiaplah untuk terkena penyakit kulit. Malas mengerjakan tugas dan belajar maka bersiaplah untuk tidak naik kelas. Malas masuk kantor bersiaplah untuk dirumahkan. Malas ibadah maka bersiaplah untuk menderita di dunia dan akhirat (na’udzubillah).

Saudaraku, percayalah tidak ada jalan kesuksesan bagi orang-orang pemalas. Maka, marilah kita lawan dengan segenap tenaga, dobrak, bagai buldozer menggempur penghalang. Yakinlah bahwa kita sanggat sanggup melawan kemalasan yang merugikan dan menghinakan itu dengan mudah asalkan mau memulainya dengan DO IT NOW. Lakukan sekarang juga apa yang harus kulakukan. Selamat menikmati hasilnya! Wallaahu a’lam.
aa gym

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s