Ibadah 24 jam, why not?


Ada pertanyaan yang menggelitik hati, dan sekaligus memberi inspirasi baru untuk diri saya, memberi paradigma yang baru di diri saya dalam hal ibadah.
Pikiran yang pertama terlintas, ga mungkin lah, kita bisa ibadah 24 jam secara terus-terusan.

Kita kan harus melakukan hal yang lain, tidak hanya “ibadah” doang.

Ternyata, hanya satu hal yang bisa membuat apa pun yang kita lakukan selama 24 jam waktu yang kita jalani agar menjadi ibadah dan jalan pahala kebaikan untuk kita: NIAT.

Ternyata, dari bangun tidur, sampai kita tidur lagi bisa menjadi ibadah,dan sangat mudah.

Aktifitas ke WC adalah ibadah, kalau kita berdo’a sebelum masuk wc berdoa, dan masuk kaki kiri dulu, keluar kaki kanan dulu. Dan bersyukur masih bisa “beraktifitas” di WC dengan lancar.

Mandi, juga ibadah, niatkan untuk memberi penampilan yang terbaik di hadapan ALLAH sebelum sholat,dan niatkan juga untuk membuat orang nyaman melihat kita.
Berangkat kerja, selama kita niatkan untuk mencari nafkah untuk keluarga kita, pasti jadi ibadah.

Peluklah istri, cium keningnya sebelum berangkat kerja, juga ibadah. Habiskanlah sarapan yang dengan susah payah dia siapkan untuk kita. Ketika akan masuk mobil kirim “kiss bye” untuk istri, juga ibadah.

Memakai baju yang rapi, parfum (untuk pria), ibadah, niatkan untuk membuat orang nyaman berada dekat kita.

Di perjalanan kerja, jangan biarkan waktu berlalu begitu saja, dengarkan murottal, hafalkan al qur’an if possible, dzikirlah semampu kita.

Selama bekerja, jadi ibadah, selama kita jujur menjaga amanah, dan profesional.

Tersenyum, ibadah juga, asal proporsional, karena rasul selalu tersenyum dan ramah.

Makan, adalah ibadah, kalau kita berdo’a sebelum dan sesudah makan, dan niatkan untuk menguatkan badan kita agar badan kita sehat, sehingga tidak ada halangan untuk ibadah.
Menyingkirkan batu di tengah jalan, ibadah.

Membuang sampah pada tempatnya, ibadah, niatkan untuk menjaga bumi titipan ALLAH.

Setiap saat yang kita lalui, akan jadi ibadah.

Setiap melihat yang indah, takjublah dengan berdzikir, tasbih, takbir, dan tahmid.

Kagumi apapun ciptaan ALLAH di sekitar kita.

Mudahkanlah setiap orang di sekitar kita, bantu, support, tolong, buat mereka nyaman berada di dekat kita, juga ibadah.

Bermain, berbicara, dengan anak, adalah ibadah, niatkan kita untuk jadi teladan dia yang terbaik dalam hidupnya.

Tidur kita di akhir hari pun ibadah…berdo’a sebelum tidur, dan niatkan tidur kita untuk mempersiapkan diri di esok hari untuk menjadi lebih baik dari hari ini.

Syukuri apapun yang ada di diri kita.

Sabarlah menghadapi setiap kejadian yang tidak sesuai dengan keinginan kita.

Buatlah sepanjang hari kita hanya untuk ibadah.

Karena ALLAH juga tak pernah berhenti memberi nikmatnya kepada kita.

(Materi ini disampaikan oleh ustadz Yeri Kusyeri, di Daarut Tauhiid Bandung, saya lupa tanggal tepatnya)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s