REVOLUSI CARA BELAJAR: BELAJAR TANPA BATAS!

REVOLUSI CARA BELAJAR: BELAJAR TANPA BATAS!

Masih ingatkah anda dengan buku The Learning Revolution: To Change The Way The World Learn, karya Gordon Dryden and Jeannete Vos? Buku ini diterbitkan di Indonesia oleh Penerbit Kaifa dengan judul Revolusi Cara Belajar.

Pada bulan November 2008, pasangan ini meluncurkan buku baru mereka yang berjudul Unlimited:The New Learning Revolution and The Seven Keys to Unlock it. Buku ini diterbitkan oleh The Learning Web, Auckland, new Zealand. Buku ini berharga 40 USD. Mahal memang, tapi sangat setimpal dengan desainnya yang mewah dan kuat, dan tentunya dibanding dengan ilmunya.

Saya beli buku ini masih dalam edisi aslinya. Entah kapan akan ada yang menerbitkan buku ini di Indonesia. Buku Revolusi Cara Belajar diterbitkan oleh Kaifa Oktober tahun 2000, sedangkan cetakan edisi aslinya diterbitkan pertama kali tahun 1993!

Isi buku ini tidak banyak berbeda dengan pendahulunya.

Menurut saya buku kedua ini adalah “update” untuk melengkapi metode-metode dan pemikiran pasangan penulis yang ada di buku pertama.

Di buku pertama (saya membaca yang edisi bahasa Indonesia), banyak hal-hal baru di waktu itu yang dikemukakan oleh penulis. Banyak sekali pengenalan fakta dan metode baru yang diungkapkan melalui format buku yang sangat khas. Di halaman kiri, anda akan menemukan gambar, ilustrasi, atau teks dalam ukuran besar yang anda akan dapatkan penjelasannya di halaman sebelah kanan.

Jika anda malas membaca seluruh isi buku, membaca dan melihat halaman kiri saja sudah sangat cukup untuk mewakili buku ini.

Di buku yang kedua, konsep “penampakkannya” sama persis dengan pendahulunya. Hanya kali ini dibuat dua bagian per satu halaman, bagian foto dan ilustrasi, dan bagian penjelasan.

Buku kedua ini menyajikan fakta-fakta baru di dunia pembelajaran dan pendidikan. Banyak diungkapkan contoh-contoh sekolah yang sudah mengadaptasi konsep-konsep yang mereka ajukan di buku pertama dan yang mendukung isi dari buku yang kedua ini.

Secara keseluruhan, ide dari buku kedua ini adalah untukmendorong kepada pembaca untuk memaksimalkan salah satu penemuan terbesar dalam sejarah peradaban manusia, yaitu INTERNET, untuk proses pembelajaran dan pendidikan.

Inilah Tujuh Kunci Utama Untuk “membongkar” Revolusi Cara Belajar di masa kini:

1. GLOBAL

2. INTERACTIVE

3. SHARED

4. PERSONAL

5. CO-CREATIVE

6. INSTANT

7. (OFTENLY or ALMOST) FREE

PENJELASAN

I. GLOBAL

Ruang lingkup tanpa batas. Kita semua sekarang sedang menghadapi dan bergelut dengan revolusi paling hebat dalam sejarah manusia. Internet berdampak “sistemik” terhadap peradaban manusia. Internet berdampak kepada hampir setiap individu manusia yang ada di muka bumi ini, negara, secara global, dan dalam banyak cara, tidak terbatas. Internet menghilangkan pembatas dan tembok penghalang yang sudah ada sejak peradaban manusia dimulai. Sebagai inti dari tujuh kunci utama yang berpadu dan bertemu untuk merubah cara gaya hidup kita, cara kita bekerja, belajar, bermain, mengajar, berpikir dan di semua tingkatan usia manusia.

Kunci untuk membuka masa depan sangat sederhana tapijuga sangat revolusioner. Sekali terbuka, revolusi itu mempunya kekuatan untuk melepaskan bakat gabungan dari jutaan, bahkan milyaran individu.

II. INTERACTIVE

Penemuan tanpa batas. Selama beberapa dekade, hampir semua siswa sekolah sudah mempelajari subyek- subyek seperti sejarah, perjalanan ke angkasa dan ilmu pengetahuan lainnya. Sekarang mereka dapat benar-benar membangun kembali peradaban Roma dan Athena (dengan SimCity), membuat “alam semesta” mereka masing- masing (dengan Spore), dan benar-benar menjadi seorang ilmuwan. Brigham Young University’s Virtual ChemLab menyediakan ruang praktek untuk masa depan, untuk sekira 150.000 pelajar sains online. Sekarang: The New Cyberspace University.

III. SHARED

Kemitraan tanpa batas. Sangat ironis sekali, 59 juta guru sekolah di seluruh planet bumi bekerja terisolasi, seperti layaknya Web tidak pernah ada buat mereka. Tapi di Singapore’s Overseas Family School, 3.500 pelajar lebih dari 70 negara tidak hanya bermitra untuk membuat visi mereka terhadap masa depan, bahkan mereka membantu guru mereka untuk mendigitalisasi bahan pelajaran dengan Macromedia Flash dan animasi komputer. Sekarang, model pelajaran seperti itu dapat dibagi dan didapatkan secara GRATIS.

IV. PERSONAL

Pengembangan potensi tanpa batas.

Setiap orang memiliki potensi untuk menjadi berbakat dan sukses, tapi dengan cara yang berbeda. Setiap bayi yang sehat lahir dengan 100 milyar sel aktif. Masing-masing memiliki kemampuan untuk tumbuh setidaknya 10.000 koneksi. Kemampuan belajar ini berkembang paling dari lahir sampai umur empat tahun. Dan itulah sebabnya, Thomas Jefferson Institute, Mexico, psikolog membantu orangtua untuk membuat rencana pembelajaran yang spesifik untuk setiap anak.

V. CO-CREATIVE

Ketika puluhan ribu orang yang belum pernah bertemu bisa menulis sepuluh juta artikel dan bersama-sama membuat ensiklopedia terbesar di planet bumi, sesuatu yang menakjubkan sedang berlangsung di dunia ini. Ketika Wikipedia hadir secara instant dan gratis untuk 1, 4 milyar orang di dunia ini, keajaiban pun telah hadir. Ketika 4 milyar orang akan segera memiliki sebuah ensiklopedia di dalam sakunya, dunia sekarang sedang bergerak ke sebuah era baru Renaissance: yang akan kita buat bersama-sama!

VI. INSTANT

Mobilitas Tanpa Batas.

Sampai tahun 2000, setengah dari manusia yang hidup di planet bumi belum pernah merasakan sebuah panggilan telepon. Hanya 12 persen yang memiliki telepon selular. Sekarang, lebih dari setengah manusia memiliki telepon selular: 3, 3 milyar. Akhir 2009, 4 milyar telepon selular akan digunakan, untuk 6, 6 milyar penduduk dunia. Segera, anda akan memiliki Google di saku anda.

VII. (OFTENLY or ALMOST) FREE

Pilihan Tanpa Batas.

Di China, para pelajar dapat membeli komputer murah tanpa sistem operasi-dan mengunduhnya secara gratis dari Web. Lalu mereka dapat menggunakan alat yang sama untuk mengajar bahasa Mandarin kepada dunia. Google telah menghasilkan kekayaan yang luar biasa besar yang didoroang oleh hanya satu gagasan sederhana: memberikan informasi secara gratis dan “membuat satu milyar klik yang bernilai satu sen per-kliknya).

Di antara deru vacum cleaner dan tangisan anakku tercinta..

Doha, 21 Desember 2009.

Didaytea

Kata-kata Beracun

Kata-kata Beracun

Oleh: Didaytea

 

Di suatu hari yang mendung, Andi sedang asyik memanjat pohon, berayun-ayun, bergelantungan di antara dahan-dahan dengan sangat lincahnya. Dia tidak menyadari kalau dia sudah berada di puncak pohon yang tingginya hampir sepuluh meter itu. Dia belum mengerti kalau pohon itu sewaktu-waktu bisa patah dan dia pun bisa terluka. Menurutnya, sangat menyenangkan jika dia bisa memanjat pohon itu setinggi mungkin.

 

Seorang anak yang lain-Budi-,juga berada di atas pohon itu. Sama lincahnya bergelantungan di antara dahan-dahan, tepat di bawah Andi . Ibunya menyadari bahwa dia sudah berada setinggi itu, pada saat yang bersamaan dengan ayahnya Andi.

 

Sesaat kemudian, tiba-tiba angin datang menderu-deru, meniup pohon itu dengan sangat kencang.

 

Daun-daun pun mulai berjatuhan dan pohon itu mulai berayun-ayun. Terdengar suara ayah Andi menyelinap di antara kencangnya deru suara angin, “Andi, pegangan yang erat!” Dan dia pun berpegangan dengan erat di pohon itu. Hal selanjutnya yang terdengar, suara teriakan Budi, suara berdebum, dan sesaat kemudian, Budi sudah tergeletak di atas tanah sambil menangis kesakitan.

 

Ya! Dia terjatuh.

 

Andi turun dengan hati-hati dan perlahan, selangkah demi selangkah dari pohon itu dan tiba di tanah dengan selamat.

 

Setelah kejadian itu, ayahnya mengatakan kenapa Budi bisa terjatuh sedangkan Andi tidak.

 

Tampaknya, ibu Budi tidaklah secerdas ayah Andi. Ketika dia merasakan kencangnya angin, dia pun langsung berteriak, “Budi, jangan jatuh!”

 

Dan Budi pun…terjatuh.

 

Ayahnya kemudian menjelaskan bahwa pikiran kita sangat sulit untuk memproses gambaran negatif. Manusia-yang sangat tergantung pada pikirannya-tidak bisa “melihat” sesuatu yang negatif sama sekali. Ketika seharusnya otak Budi memproses perintah ibunya untuk JANGAN JATUH, otak anak sembilan tahunnya malah memproses gambaran yang pertama, yaitu JATUH, lalu mengatakan kepada otaknya untuk TIDAK melakukan apa yang baru saja tergambar.

 

Di sisi yang lain, otak anak delapan tahun Andi, langsung membuat gambaran bahwa dirinya sedang berpegangan dengan erat. Inilah yang menyebabkan orang-orang yang mencoba untuk berhenti merokok berjuang sangat keras untuk gambaran “BERHENTI MEROKOK”. Para perokok sangat jarang melihat diri mereka menghirup udara segar dan merasa nyaman. Bahasa malah menjadi salah satu penghalang untuknya agar bisa berhenti merokok.

 

Konsep ini akan sangat berguna jika kita  sedang mencoba untuk menghilangkan kebiasaan buruk atau menetapkan sebuah tujuan.

 

Kita tidak bisa memvisualisasikan untuk TIDAK MELAKUKAN SESUATU. Cara satu-satunya memvisualisasikan TIDAK melakukan sesuatu adalah, menemukan kata-kata yang ingin anda lakukan dan membayangkannya. Sebagai contoh, ketika aku berumur tiga belas tahun, Aku anggota tim sepakbola. Aku coba sekuat tenaga untuk menjadi pemain yang bagus, tapi aku tidak bisa. Aku ingat bahwa aku selalu mendengar kata-kata yang berlari melalui kepalaku ketika aku berlari untuk sebuah operan, “Bolanya JANGAN sampai LEPAS!” Dan akhirnya, secara alamiah, bola itu pun lepas dari kakiku.

 

Pelatihku tidak cukup mahir untuk mengajari kami cara memotivasi diri yang baik. Mereka hanya berpikir bahwa sebagian anak-anak dapat mengerti perintah mereka dan sebagian lainnya tidak. Mungkin aku tidak pernah akan bisa menjadi pemain pro, tapi sekarang aku pemain bola yang cukup bagus, karena dialog internal dalam diriku selalu positif dan selalu mendorongku untuk menang. Aku harap Ayah tidak hanya mengajariku memanjat pohon, tapi juga bermain bola. Jika seperti itu, mungkin sekarang Aku sudah punya karir yang panjang sebagai pemain bola.

 

Berikut adalah cara yang mudah untuk mengajari orang-orang di sekelilingmu tentang bahaya kata-kata yang beracun.

 

Mintalah mereka untuk memegang sebuah pensil. Dan ikutilah perintah ini dengan sangat hati-hati.

 

Katakan kepada mereka, “Oke, COBALAH untuk menjatuhkan pensil itu.” Dan amati apa yang mereka lakukan.

 

Kebanyakan orang akan melepaskan pensil itu dan melihat pensil tersebut jatuh ke lantai. Beri mereka respon, “Kalian tidak memperhatikan. Saya bilang untuk COBALAH untuk menjatuhkan pensil itu. Sekarang, tolong coba lakukan itu lagi.”

 

Kebanyakan orang akan memungut pensil itu dan berpura-pura sedemikian rupa seperti dalam kesakitan yang luar biasa ketika mereka mencoba untuk menjatuhkan pensil tersebut tapi terus menerus gagal.

 

Satu poin sudah kita temukan.

 

Jika anda katakan otak anda bahwa anda akan “MENCOBA”, sesungguhnya anda mengatakan kepada otak anda untuk gagal. Lakukan dan tidak, hanya itu saja pilihannya.

 

Tidak peduli apakah mereka akan datang atau tidak ketika kita membuat undangan, akan sangat menyebalkan ketika kita mengundang seseorang dan orang itu menggunakan kata “AKU AKAN MENCOBA UNTUK DATANG”. Apakah mereka tidak tahu bahwa dengan menyebutkan kalimat itu, mereka itu sedang mengatakan kepada dunia bahwa sesungguhnya  dia tidak berniat untuk datang, dan mereka ingin agar aku menghargai mereka atas usaha mereka? Omong kosong.

 

Jika anda “MENCOBA” dan melakukan sesuatu, pikiran bawah sadar anda seolah-olah mengijinkan anda untuk tidak berhasil.

 

Jika anda benar-benar tidak bisa membuat keputusan, katakanlah dengan jujur. “Maaf, aku tidak yakin jika aku bisa datang. Aku ada janji di tempat lain. Aku baru bisa datang jika membatalkan janji itu. Terima kasih banyak ya atas undangannya.”

 

Orang akan sangat menghargai kejujuran.

 

Jadi, hilangkanlah kata MENCOBA dari kosakata anda.

 

Psikolog  mengklaim bahwa akan memerlukan setidaknya tujuh belas pernyataan positif untuk mengkompensasi satu pernyataan negatif. Aku tidak tahu apakah itu benar atau tidak, tapi menurut logika sih, rasanya itu benar juga. Mungkin memerlukan sampai tujuh belas pujian untuk menghilangkan “kerusakan emosional” yang diakibatkan oleh sebuah kritikan yang kasar.

 

Konsep ini sangt berguna terutama ketika membesarkan anak.

 

Jika orang tua kita dapat “memprogram” kehidupan kita hanya dengan satu pernyataan yang salah, bayangkanlah hal macam apa yang anda lakukan setiap hari jika anda mengatakan hal yang buruk kepada diri anda.

 

Berikut adalah daftar kata-kata yang beracun. Sadari jika orang lain menggunakan kata-kata ini.

 

Tapi            Mencoba           Jika        Mungkin

Jangan        Tidak Bisa        Seandainya

 

*Tapi-menyangkal apapun pernyataan sebelumnya.

 

*Jika-asumsi bahwa anda tidak melakukan.

 

*Seandainya-kalimat yang menyatakan sesuatu yang sesungguhnya tidak terjadi, tapi orang tersebut mencoba untuk mendapatkan pengakuan seolah-olah hal itu benar-benar terjadi.

 

*Mencoba-asumsi bahwa anda akan gagal.

 

*Mungkin-Tidak menegaskan apapun. Membuat pendengar harus memilih sesuatu.

 

*Tidak Bisa/Jangan-Kata-kata ini memaksa pendengar untuk fokus pada hal yang berlawanan dengan apa yang anda inginkan. Kesalahan ini sering dilakukan oleh para orangtua dan pengajar/pendidik/pelatih tanpa mengetahui akibat yang sangat besar dari penggunaan bahasa yang salah tersebut.

 

Contoh:

Kata-kata beracun:

“Jangan jatuhkan bola itu!” Malah akan menghasilkan:Jatuhkan bola itu.

Lebih baik:

“Tangkaplah bola itu!”

 

Kata-kata beracun:

“Kamu tidak seharusnya menonton televisi terlalu sering.” Akan menghasilkan: Sering-seringlah menonton televisi.

Lebih baik:

“Aku pernah membaca bahwa terlalu banyak menonton televisi membuat orang bodoh. Sebaiknya matikan televisi itu dan ambil salah satu buku itu sesering mungkin!”

 

Kata-kata beracun:

“Kamu jangan nakal!” Malah akan menghasilkan: Kamu nakal!

Lebih baik:

“Jadilah anak yang baik”.

 

Kata-kata beracun:

“Jangan berisik!” Malah akan menghasilan:Berisiklah!

Lebih baik:

“Tolong diam ya!”

 

Kenalilah kata-kata beracun yang sering anda katakan kepada diri anda sendiri setiap hari. Dan hapuslah, pastikan agar diri kita dan orang-orang di sekeliling kita selalu “terprogram” dengan baik melalui pernyataan-pernyataan yang positif.

 

 

Di tengah dinginnya kabut Ras Laffan, Qatar, 17 November 2009

(Diadaptasi dan dimodifikasi dari artikel Toxic Vocabulary re-written, a part of Neuro Linguistic Program, unknown author.)

 

Jangan Pernah Meremehkan Sholat!

Amirul Mukminin, Umar bin Al Khoththob –radhiyallahu ‘anhu- mengatakan,

“Sesungguhnya
di antara perkara terpenting bagi kalian adalah shalat. Barangsiapa
menjaga shalat, berarti dia telah menjaga agamanya. Barangsiapa yang
menyia-nyiakannya, maka untuk amalan lainnya akan lebih disia-siakan
lagi. Tidak ada bagian dalam Islam, bagi orang yang meninggalkan
shalat.“

Imam Ahmad –rahimahullah- juga mengatakan perkataan yang serupa,

“Setiap orang yang meremehkan perkara shalat, berarti telah meremehkan
agamanya. Seseorang memiliki bagian dalam Islam sebanding dengan
penjagaannya terhadap shalat lima waktu. Seseorang yang dikatakan
semangat dalam Islam adalah orang yang betul-betul memperhatikan shalat
lima waktunya. Kenalilah dirimu, wahai Abdullah. Waspadalah! Janganlah
engkau menemui Allah, sedangkan engkau tidak memiliki bagian dalam
Islam. Kadar Islam dalam hatimu, sesuai dengan kadar shalat dalam
hatimu.“

Oleh karena itu, jangan heran jika kita melihat
seseorang yang sering bolong shalatnya, amalan yang lainnya juga lebih
dia sia-siakan, lebih sering berdusta, dan lebih menyia-nyiakan amanat.

Alhamdulillahilladzi bi nimatihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ala nabiyyina Muhammad wa ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Rujukan: Ash Sholah wa Hukmu Taarikiha, Ibnu Qoyyim Al Jauziyah.

***
Mediu-Jogja, 17 Jumadil Ula 1430 H
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Latihan Speech Agar Cepat Faseh berbahasa Inggris

Latihan Speech Agar Cepat Faseh berbahasa Inggris

Kuring tukang karung lamun karung kuring kurang indung kuring kerang kerung.

(Note: khusus Sundanese)

Pemula:
She sells sea shells by the seashore.

I saw Susie sitting in a shoe shine shop.

Menengah:
How much wood would a woodchuck chuck if a woodchuck could chuck wood?

Don’t turn on the night light on the night like tonight.

Betty Botta bought a butter, but the butter that Betty Botta bought is bitter, so Betty Botta bought a butter, to make the butter that Betty Botta bought better.

Peter Piper picked a pack of pickled pepper, a pack of pickled pepper Peter Piper picked. If Peter Piper picked a pack of pickled pepper, where is the pack of pickled pepper Peter Piper picked?

The sixth sick sheik’s sixth sheep’s sick.

Dari juragan Lemonedstardust: Three Swedish switch witches watch, three Swiss Swatch watches switch. Which Swedish switches witch watch, which Swiss Swatch watch switches?