Bangkit !

Mulailah kembangkan diri anda yang luar biasa dahsyatnya (bukan CNI n bukan Meggi Z juga tentunya… ^_^)

Gampang kok? How ? Sapertos deu pollowing aytems :

1. Start Yourself ( Mulailah dari diri sendiri)
2. Start Early (mulailah seawal mungkin)
3. Start Small (mulailah dari hal-hal yang kecil)
4. Start Now (mulailah sekarang juga)
5. Be Optimist (selalu optimis)
6. Be proactive
7. Be positive thingking
8. Just Do It ( lakukan aja, jangan ada ragu sedikitpun di dalam hatimu)
9. Be patient (sabr..sabarr..segala sesuatu butuh proses..)
10. Be passion (SEMAANNNGGAATTT…!)

Kritik or Kripik

Persepsi kita terhadap kritik akan lebih baik bila kita menanamkan di dalam hati bahwa kritik itu penting.
Sahabat, apa yang terlintas dalam benak kita ketika mendengar orang berkata, “Saya ingin mengkritik Anda!”.
Biasanya, jika seseorang mendapat perlakukan seperti itu, ia akan bereaksi negatif.
Seakan-akan kehormatan dan harga dirinya sedang terancam.
Ia menganggap kritik sebagai penghinaan yang akan menurunkan harga diri dan mencemarkan nama baiknya.

Maka, wajar jika reaksi yang muncul — entah itu berupa pikiran, perasaan, maupun sikap tubuh — adalah pembelaan diri.
Sulit baginya untuk menerima semua kritikan, apalagi menikmatinya.
Akan tetapi, responsnya akan berbeda jika kita mendengar perkataan, “Saya akan memberi kamu kripik”.
Spontan, kita akan senang menerimanya. Wajah menjadi cerah.
Riang rasanya perasaan karena membayangkan akan diberi kripik yang lezat.

Di sinilah perbedaan kata ‘kritik’ dan ‘kripik’. Tetapi, yang terpenting bukan itu.
Hal terpenting adalah mengapa kita sampai memunculkan sikap berbeda ketika mendengar dua kata itu?
Untuk yang pertama, kita cenderung sungkan menerimanya. Sementara untuk yang kedua, kita malah sering mencarinya.
Sebenarnya, masalah kritik dan kripik bisa sama kalau persepsi kita tentang kritik itu kita benahi; bila kata-kata kritik menjadi bagian keseharian yang kita nikmati.
Lebih dari itu, kita juga butuh ilmunya sehingga kritik ini menjadi sesuatu yang berarti dan layak kita akrabi.

Dalam menerima kritik, kita memerlukan beberapa trik, sehingga kita bisa menerima kritik tersebut sebagai sarana membangun kemuliaan.

Bagaimana caranya?

Pertama, rindukanlah kritik dan nasihat tersebut.

Selayaknya, kita bisa memposisikan diri menjadi orang yang rindu dikoreksi, dan rindu dinasihati.
Seperti rindunya kita melihat cermin agar penampilan kita selalu bagus.
Persepsi kita terhadap kritik akan lebih baik bila kita menanamkan di dalam hati bahwa kritik itu penting.
Kritik adalah kunci kesuksesan dan kemajuan, kritik akan membuka prestasi, derajat, dan kedudukan yang lebih baik.

Kedua, cari dan bertanyalah.

Belajarlah bertanya kepada orang lain dan nikmati saran-saran yang mereka lontarkan.
Milikilah teman yang mau dengan jujur untuk saling mengoreksi. Tanyalah kekurangan diri pada orang-orang yang dekat dengan kita.
Percayalah, semua itu tidak akan mengurangi kemuliaan. Ketiga, nikmati kritik.
Persiapkan diri untuk menerima kenyataan bahwa koreksi itu tidak selalu harus sesuai dengan keinginan kita.
Ada kalanya isinya benar, namun caranya salah. Tidak ada yang rugi dengan dikoreksi.
Jadi, kalau ada yang mengkritik, usahakan untuk tidak berkomentar. Jangan memotong pembicaraan.
Apalagi membantahnya. Belajarlah untuk diam dan menjadi pendengar yang baik.

Keempat, syukurilah.

Jangan melempar komentar apapun kecuali ucapan terimakasih yang tulus kepada si pemberi kritik.
Tampakkanlah raut muka yang sungguh-sungguh dan penuh perhatian.
Sertakan namanya dalam doa-doa kita, terutama bila kita ingat akan kebaikan-kebaikan yang pernah ia berikan.

Kelima, evaluasi diri.

Jujurlah kepada diri sendiri ketika menerima kritik. Jangan sibuk menyalahkan pengkritik, atau mencari kambing hitam dengan menyalahkan orang lain.

Keenam, perbaiki diri.

Buatlah program perbaikan dengan sungguh-sungguh. Jadikan program tersebut sebagai ungkapan rasa syukur terhadap kritik yang datang. Mintalah kepada Allah, sebab perubahan hanya terjadi dengan izin dan kekuasaan Dia. Ketujuh, balas budi. Jangan lupa untuk mengirimkan tanda terima kasih. Bisa berupa barang berharga, makanan, sepucuk surat, atau-minimal-informasi kepada yang mengkritik bahwa kita berterima kasih atas kebaikannya. Selamat menikmati kritik !

Aa Gym

Tujuh “Keajaiban” tubuh kita.

Nggak cuma bumi saja yang punya seven wonders of the world. Tubuh manusia pun ternyata menyimpan banyak hal menakjubkan yang susah dijelaskan dengan logika.

#1 The Golden Ratio.

Setiap bagian tubuh manusia ternyata merupakan hitungan matematika. Believe it or not, Fibonacci numbers yang kita jumpai di buku Da Vinci Code, ternyata juga ada di tubuh kita sendiri. Bilangan Phi (1:1,618) adalah angka yang akan kita dapatkan setiap kali kita mengukur setiap inci tubuh kita. Coba deh perhatikan ruas jari tangan kita. Ruas kedua dari ujung berukuran 1,618 kali lebih panjang dari ruas terujung, begitu seterusnya. Rumus phi ini juga kita temui di wajah kita. Panjang hidung kita berbanding 1:1,618 dibanding lebar mulut dari ujung ke ujung. Gigi terdepan dengan gigi di sebelahnya juga berukuran 1,1618 kali lebih besar. Inilah yang disebut dengan The Golden Ratio.

Dr. Stephen Marquardt bahkan telah membuat topeng kecantikan berdasarkan golden ratio ini, dan orang yang mempunyai struktur muka paling mendekati topeng ini adalah cewek yang sudah diakui kecantikannya, seperti Ratu Nefertiti. Tapi wajah kita juga bisa cocok ke dalam topeng golden ratio, kok. Soalnya, setiap kali kita tertawa, maka kita akan semakin mendekati ukuran phi tersebut. Makanya, jangan cemberut!

#2 Sidik Lidah

Selain sidik jari, ternyata lidah kita juga mempunyai pattern unik yang tidak dimiliki orang lain. Hmm, jangan-jangan di masa depan kita akan bikin paspor dengan sidik lidah, nih. Hehehe…

#3 Hidup dan Mati

Saat kita membaca tulisan ini, sebenarnya sedang ada sekitar 50 ribu sel yang mati di dalam tubuh kita. Tapi, di saat yang sama, lahir pula 50 ribu sel baru yang menggantikannya (kecuali di otak, yang tidak bisa menumbuhkan sel baru). Wow, ternyata tubuh kita aktif banget, ya? Di saat yang sama, untuk mencerna isi kalimat ini, pesan tersebut disampaikan ke otak dengan kecepatan mencapai 250 mil per jam!

#4 Tempat Tinggal Bakteri

Satu orang manusia mempunyai organisme hidup yang lebih banyak daripada jumlah seluruh manusia di bumi. Soalnya, dalam 1 inci tubuh manusia, ternyata merupakan tempat tinggal bagi kira-kira 32 juta bakteria!

#5 Kepanasan atau Kedinginan?

Pernah makan makanan panas dan dingin, kan? Seberapa pun panas atau dinginnya makanan tersebut, tapi lidah kita masih bisa menerimanya, tuh. Hal ini disebabkan karena mulut kita menyesuaikan suhu makanan tersebut menjadi suhu normal, sehingga akhirnya bisa kita telan. Maksudnya, si mulut akan mendinginkan si makanan panas, dan menghangatkan si makanan dingin. Wah, ternyata mulut kita tak ubahnya seperti microwave dan kulkas, nih.

#6 Anti Kerriput!

Selain bisa menghilangkan stress, ternyata tertawa juga bisa menguatkan sistem kekebalan tubuh, lho. Dan, menurut penelitian, anak-anak tertawa sekitar 300 kali setiap harinya, sementara orang dewasa cuma 15-100 kali saja tertawa. Ck ck ck, apa hidup mereka sedemikian beratnya, ya? Hehehe… Dan, nggak heran juga kalau orang dewasa itu jadi cepat terlihat tua. Soalnya, setiap 2000 kali wajah kita berkerut (misalnya karena kesal atau cemberut), maka muncullah segaris keriput. Makanya, jangan malas tertawa!

#7 Self-healing

Tubuh kita ternyata tak ubahnya seperti Claire Bennet di serial Heroes yang bisa menyembuhkan dirinya sendiri. Soalnya, setiap luka kita pasti akan sembuh, dan tubuh kita mempunyai ”keajaiban” untuk membentuk bagian tubuh yang baru. Misalnya nih, kaki kita terluka dalam karena terantuk batu. Lama-kelamaan, sel-sel di tubuh akan membentuk jaringan daging dan kulit baru untuk menutupi bekas luka tersebut. Namun demikian, ternyata ada satu bagian tubuh yang nggak bisa menyembuhkan dirinya sendiri lho, yaitu gigi. Kalau gigi tetap kita copot, jangan harap akan tumbuh gigi baru.


didaytea!

Hakikat Doa

 ‘‘Jangan sampai permintaanmu kepada Allah engkau jadikan alat untuk mendapatkan pemberian Allah, niscaya akan kurang pengertianmu (ma’rifatmu) kepada Allah. Namun, hendaknya doa permintaanmu semata-mata untuk menunjukkan kehambaanmu dan menunaikan kewajiban terhadap kemuliaan Tuhanmu.” (Imam Ibnu Atha’illah)

Allah menyuruh kita berdoa, bukan berarti Allah tidak tahu kebutuhan kita. Allah jauh lebih tahu kebutuhan kita dibanding kita sendiri. Hakikatnya, permintaan yang kita panjatkan terlalu sedikit dibanding dengan karunia yang telah Allah berikan pada kita.

Allah juga tidak membutuhkan doa kita. Walau seluruh manusia dan jin menolak berdoa kepada-Nya, kemuliaan Allah tidak akan berkurang. Sebaliknya, jika seluruh manusia dan jin memohon kepada Allah, kemuliaan-Nya pun tidak akan berubah.

Lalu, mengapa Allah dan Rasul-Nya menyuruh kita berdoa? Ada empat alasan.

Pertama, memperjelas kedudukan kita sebagai hamba dan Allah sebagai Al Khalik. Memahami hakikat diri sebagai hamba, akan menjadikan kita rendah hati. Karena itu, seorang pendoa yang baik akan terhindar dari sikap sombong, malas, dan bergantung selain kepada Allah.

Kedua, doa sebagai sarana dzikir. Allah menyuruh kita berdoa agar kita ingat kepada-Nya. Dengan mengingat Allah, hati kita akan tenang. Dan ketenangan adalah kunci kebahagiaan. Allah berfirman dalam QS Ar Ra’d [13] ayat 28, ”(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang.”

Ketiga, doa adalah target. Doa hakikatnya adalah tujuan, keinginan, atau target yang ingin kita raih. Saat kita mengucapkan doa sapu jagat misalnya, maka itulah target kita: selamat dunia akhirat. Saat kita berdoa lunas hutang, maka itulah target kita: bebas utang. Tentu target tidak akan pernah tercapai bila kita tidak mengusahakannya.

Doa adalah pupuk, sedangkan ikhtiar sebagai bibitnya. Tidak mungkin kita akan panen, bila kita segan menebar bibit. Jadi doa yang baik adalah doa yang disertai dengan ikhtiar maksimal. Itulah iman dan amal saleh.

Keempat, doa adalah penyemangat. Pada saat seorang hamba berdoa, maka yakinlah bahwa hamba tersebut memiliki harapan, dan harapan akan melahirkan semangat.

Saudaraku, semangat itu mahal harganya. Sebab, semangat akan menentukan sukses tidaknya seseorang. Pertolongan Allah hanya akan mendatangi orang yang bersemangat; bersungguh-sungguh. Bukankah saat kita bersungguh-sungguh kepada Allah, maka Allah akan lebih bersungguh-sungguh lagi kepada kita?

Saudaraku, perbanyaklah berdoa kepada Allah. Doa adalah inti ibadah. Doa adalah senjata orang beriman. Doa adalah pengubah takdir. Doa pun menjadi kunci terbukanya pertolongan Allah. Karena itu, yang terpenting dari doa bukan urusan terkabul tidaknya doa kita. Yang terpenting dari doa adalah berubah tidaknya diri kita karena doa. Wallaahu a’lam.
aa gym

Efektivitas Kerja

Mempermasalahkan hal-hal kecil dan tidak prinsip berpotensi menimbulkan konflik yang tidak perlu. Bila sudah terjadi konflik, maka energi kita akan terkuras, sehingga tugas utama kita terbengkalai.

Setiap orang memiliki jatah waktu 24 jam sehari semalam. Walau demikian, hasil yang didapat berbeda-beda. Ada yang mendapat seratus, dua ratus, sepuluh, duapuluh, bahkan ada yang tidak mendapat hasil sama sekali.

Apa yang mengakibatkan timbulnya perbedaan tersebut? Kuncinya adalah “efektivitas kerja”. Ada orang yang benar-benar efektif dalam hidup, sehingga hasil yang didapat sesuai dengan waktu, tenaga dan pikiran yang dikorbankan. Namun, ada pula orang yang tidak efektif dalam hidupnya, sehingga hasil yang didapat tidak sesuai dengan energi yang dikeluarkan.

delapan hal yang berpotensi menghambat efektivitas kerja (amal).

1.tidak memiliki tujuan jelas dan target terukur. Tanpa tujuan dan target terukur, semua yang kita lakukan menjadi tidak fokus. Inilah yang kemudian waktu dan energi menjadi tidak efektif. Sayangnya, kita seringkali bekerja tanpa tahu untuk apa kita bekerja. Kita pun shalat, namun seringkali tidak tahu untuk apa kita shalat. Dengan memiliki tujuan jelas, setiap langkah kita niscaya akan lebih bermakna.

2.tidak memiliki rencana detail. Setelah miliki tujuan jelas serta target yang terukur, kita pun dituntut memiliki rencana detail. Rencana detail layaknya peta yang akan memandu setiap langkah, sehingga waktu yang kita miliki benar-benar efektif. Tanpa adanya peta, lagi-lagi kita akan terjebak pada penghamburan waktu dan energi.

3.tidak teratur dalam hidup. Ketidakteraturan ini biasanya akan mendatangkan banyak masalah. Tidak teratur makan misalnya, akan mengundang penyakit. Demikian pula tidak teratur dalam bekerja, berolahraga, belajar, dan sebagainya.

4.komunikasi yang tidak baik. Tujuh puluh persen aktivitas hidup kita diisi dengan komunikasi. Maka, siapa pun yang ingin efektif dalam hidupnya, ia harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Banyak masalah yang lahir dari tidak nyambungnya komunikasi. Demikian pula di kantor, di pasar, di sekolah dan di mana pun.

Satu penyebab gagalnya komunikasi adalah kuatnya dugaan/prasangka dan tidak lengkapnya informasi yang kita terima tentang sesuatu. Maka pastikan, komunikasi kita memenuhi unsur TENSOFALES, yaitu penyampaiannya Tenang, Sopan, Fasih, Apik, Lembut dan Secukupnya. Sedangkan isinya harus BMT, yaitu Benar, Manfaat dan Tak Menyakiti.

5.konflik yang tidak perlu. Saudaraku, mempermasalahkan hal-hal kecil dan tidak prinsip berpotensi menimbulkan konflik yang tidak perlu. Bila sudah terjadi konflik, maka energi kita akan terkuras, sehingga tugas utama kita terbengkalai.

Saat suami istri terlibat konflik misalnya, maka fungsi-fungsi di rumahtangga akan terbengkalai, anak kehilangan kasih sayang dan keberkahan hidup akan hilang. Karena itu, saat terjadi singgungan dalam kondisi apapun, yang kita kedepankan bukan ego dan nafsu, namun Semangat 3S, yaitu semangat bersaudara, semangat solusi dan semangat sukses bersama.

6.bersikap emosional. Selain menggangu suasana, sikap emosional akan menghambat efektivitas kerja. Orang emosional pun cenderung membesar-besarkan masalah, pendendam, dan menuntut. Bila sudah demikian, waktu-waktu produktif kita akan yang terbuang percuma Karena itu, mustahil sebuah pekerjaan akan berkualitas, bila dilakukan dalam keadaan emosional.

7.menunda-nunda pekerjaan. Setiap waktu memiliki haknya sendiri-sendiri. Saat kita menunda sebuah pekerjaan, maka pada saat bersamaan kita telah mengambil hak sepenggalan waktu. Dan ini menjadi awal datangnya masalah baru. Saudaraku, setiap detik yang kita lalui adalah rangkaian keputusan. Maka pilihlah keputusan terbaik. Salah satunya dengan tidak menunda-nunda. Wallaahu a’lam.
aa gym