Karakter Harishun ‘ala Waqtihi

Karakter Harishun ‘ala Waqtihi

Untuk mendapatkan kemampuan mengelola waktu dengan baik, maka milikilah sifat berikut:
1. Bangun pagi.
2. Menghabiskan waktu untuk belajar.
3. Memperhatikan adab Islam dalam berkunjung dan mempersingkat pemenuhan hajatnya.
4. Menjaga jani-janji umum dan khusus.
5. Mengisi waktunya dengan hal-hal yang bermanfaat.
6. Menginfaqkan waktu untuk belajar.
7. Mengembangkan dan membuahkan waktunya.
8. Tidak tidur setelah fajar.
9. Membuat perencanaan waktu, miliki agenda yang ditulis dengan teratur.
10. Komitmen dengan segala janji.
11. Menjelaskan kepada orang lain akan nilai waktu.
12. Melakukan amar ma’ruf nahi mungkar sesuai kemampuannya, manfaatkan waktu dengan baik.
13. Mengajak orang lain untuk tidak mendatangi tempat-tempat lahwun dan maksiat.
14. Selalu mengisi waktu sesuai dengan misi hidup.
15. Merasa selalu dikejar waktu, sehingga bekerja selalu dengan serius dan cekatan.
16. Bekerjalah dengan praktis dan simple, agar kita memiliki waktu yang banyak.
17. Jika sudah menyelesaikan pekerjaan, maka buatlah pekerjaan lain yang lebih produktif.
18. Manfaatkan 5 waktu sebelum datangnya yang 5 (lihat hadist): muda, sehat, kaya, lapang, hidup.
19. Mendahulukan sesuatu yang harus didahulukan, aulawiyat.
20. Selalu konsisten dengan rencana, agar jadwal tidak acak dan terjadi ketertundaan jadwal.

From SHOOT (Sharpening Our Concept and Tools)

Nasihat Orang Shalih

Nasihat Orang Shalih
Abu Bakar ra berkata:
“ Orang yang bakhil itu tidak akan terlepas dari salah satu empat sifat yang membinasakan, yaitu: ia akan mati dan hartanya akan diambil oleh warisnya, lalu dibelanjakan bukan pada tempatnya, atau hartanya akan diambil secara paksa oleh penguasa yang zalim, atau hartanya menjadi rebutan orang-orang jahat dan akan dipergunakan untuk kejahatan pula, atau ada kalanya harta itu akan dicuri dan dipergunakan secara berfoya-foya pada jalan yang tidak berguna. “

Umar bin Khatab ra berkata:
“ Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya. Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina. Orang yang mencintai akhirat, dunia pasti menyertainya. Barang siapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga. “

Utsman bin Affan ra berkata:
“ Tanda-tanda orang yang bijaksana itu diantaranya ialah: hatinya selalu berniat suci, lidahnya selalu basah dengan dzikrullah, kedua matanya selalu menangis karena penyesalan (terhadap dosa), segala perkara dihadapinya dengan sabar dan tabah, mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia.”

Ali bin Abi Thalib ra berkata:
“ Tiada shalat yang sempurna tanpa jiwa yang khusyuk, tiada puasa yang sempurna tanpa mencegah diri dari perbuatan yang sia-sia. Tiada kebaikan bagi pembaca Al-Quran tanpa mengambil pengajaran daripadanya, tiada kebaikan bagi orang yang berilmu tanpa memiliki sifat wara, tiada kebaikan mengambil teman tanpa saling menyayangi, nikmat yang paling baik ialah nikmat yang kekal dimiliki, doa yang paling sempurna ialah doa yang dilandasi keikhlasan, barang siapa yang banyak bicara, maka banyak pula salahnya, siapa yang banyak salahnya, maka hilanglah harga dirinya, siapa yang hilang harga dirinya, berarti dia tidak wara, sedang orang yang tidak wara itu berarti hatinya mati.”

Kemampuan Manajemen Diri

Kemampuan Manajemen Diri

Kemampuan yang mungkin anda perlukan untuk mencapai keteraturan hidup (al hayatul munazhamah) :
1. Menerima ide orang lain, berlapang dada dan bersikap objektif.
2. Mengelola tukar pikiran, sangat baik untuk mengumpulkan banyak kemungkinan dan banyak ide.
3. Selalu lebih kreatif untuk mencari solusi baru dalam memecahkan masalah.
4. Menyeleksi alternatif dan mengembangkannya untuk mencari solusi.
5. Mengatasi kerumitan dalam pekerjaan dengan melakukan pengelompokan dan penentuan skala prioritas.
6. Berpikir cepat, praktis, dan taktis.
7. Mengembangkan kemampuan pola piker helicopter, yaitu memiliki banyak pandangan, wawasan dan sudut pandang dalam berbagai masalah.
8. Mandiri, berusaha sekuat mungkin untuk tidak menjadi beban bagi orang lain.
9. Memahami cara dan pola terbaik untuk belajar.
10. Memiliki keterampilan membuat kurikulum pribadi, belajar cepat, dan belajar mandiri.

Di edit dari SHOOT (Sharpening Our Concept and Tools), by TRUSTCO, Asy Syamiil

MEMBANGUN KEPERCAYAAN

MEMBANGUN KEPERCAYAAN

Sebelum Nabi Muhammad saw dikukuhkan menjadi seorang Rasul beliau sudah sangat populer di tengah masyarakat kota Mekkah dengan gelar al-Amin yaitu orang yang sangat terpercaya (amanah/kredibel). Gelar ini baik sebelum maupun sesudahnya tidak pernah ada lagi.

Sungguh dahsyat pengaruh suatu kepercayaan dan luar biasa pentingnya untuk kesuksesan karir kehidupan di dunia maupun di akhirat, jah melampaui modal harta benda, kedudukan, jabatan, atau ilmu sekalipun. Ketika kepercayaan sudah sirna di hati orang lain, sulit sekali untuk tumbuh, walaupun dengan berjuta janji atau membayar dengan harta sebanyak apapun, jikalau kepercayaan di hati orang sudah hilang maka perasaan yang muncul selalu mencurigai dan rasa tidak percaya diri akan selalu membayang dan membekas.

Berikut ini sekelumit uraian yang isya Allah akan menumbuhkan dan memperkuat kepercayaan seseorang.

A. Kejujuran yang terbukti dan teruji

Kejujuran adalah perilaku kunci yang sangat efektif untuk membangun kepercayaan (kredibilitas), begitu pula bila sebaliknya dapat menghancurkan kehidupan seseorang.

Biasakanlah selalu jujur dimulai dari hal yang paling sederhana dan kecil sekalipun, walaupun terhadap anak kecil, karena sesunggunya Allah menilai perilaku kita, yakinlah tak akan pernah untung sama sekali dengan ketidakjujuran selain kerugian yang mendera dan menghancurkan, sudah terlalu banyak bukti di sekitar kita untuk dijadikan pelajaran.

Jangan sekali-kali berbohong atau terpancing untuk menambah omongan sehinga menjadi dusta walau dalam gurauan sekalipun.

Jangan pernah mudah membuat janji, pastikan setiap janji yang diucapkan sudah diperhitungkan matang-matang, dan berusaha keraslah untuk memenuhi janji.

Tepat waktulah dalam segala hal, jangan terlambat atau gemar menunda-nunda atau mengakhirkan.

Biasakanlah memiliki data dan fakta yang jelas, dan bersikaplah terbuka.

Milikilah kemampuan dan kesungguhan mengevaluasi diri, dan segera perbaiki diri begitu ditemukan kesalahan serta bertanggungjawablah dengan sungguh-sungguh dan tulus.

Jangan pernah patah semangat bila didapati masa lalu kita pernah atau banyak keidakjujuran.

B. Cakap, Kapable

Komponen kedua yang tak kalah pentingnya adalah kehandalan dan kecakapan kita dalam melaksanakan tugas. Walaupun sangat dikenal dan teruji kejujurannya tapi kalau dalam melaksanakan tugas sering berbuat lalai dan kesalahan maka hal ini pun akan merontokkan kredibilitas.

Kunci utamanya adalah secara sadar kita harus selalu belajar, melatih diri, mengembangkan kemampuan, wawasan serta keterampilan kita secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga selalu memiliki kesiapan yang memadai untuk melaksanakan tugas.

Awalilah selalu dengan membuat perencanaan yang baikdan persiapan yang matang, gagal dalam merencanakan sama dengan merenacnakan kegagalan.

Jangan lupa selalu check and recheck, tak boleh kita melakukan sesuatu tanpa cek ulang, sangat banyak peluang kesalahan atau kegagalan yang terselamatkan dengan sikap yang selalu mengadakan pengecekan ulang.

Laksanakan segala sesuatu dengan kesungguhan, sikap yang hati-hati dan cermat, jangan anggap remeh kelalaian dan kecerobohan karena semua itu biang kesalahan dan kegagalan.

Selalu sempatkan untuk evaluasi dari setiap tahapan apapun yang kita lakukan, percayalah merenung sejenak untuk mengevaluasi membuat karya kita akan semakin bermutu.

Nikmatilah dengan menyempurnakan apa yang bisa dilakukan, jangan pernah puas dengan setengah-setengah, jangan pula puas dengan 90%, kalau kita bisa buat itu menjadi 100 % !

C. Inovatif

Segala sesuatu yang ada selalu berubah, di dunia ini tidak ada sesuatu apapun yang tidak berubah, satu-satunya yang tetap adalah perubahan itu sendiri, oleh karena itu siapa pun yang tidak menyiapkan diri untuk menghadapi perubahan maka dia akan tergilas kalah oleh perubahan tersebut.

Maka jelaslah sudah yang dimaksud dengan sabda Rasulullah bahwa orang yang hari ini sama dengan hari kemarin adalah orang yang merugi karena berarti tak ada kemajuan dan tetinggal oleh perubahan, orang yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dianggap orang yang celaka, karena berarti akan tertinggal jauh dab sulit mengejar, satu-satunya pilihan bagi orang yang beruntung adalah hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, berarti harus ada penambahan sesuatu yang bermanfaat, inilah sikap perubahan yang diharapkan selalu terjadi pada seorang muslim, sehingga tidak akan pernah tertinggal, dia selalu antisipatif terhadap perubahan, dan selalu siap menyikapi perubahan.

Berikut ini beberapa anjuran agar kita dapat selalu mengembangkan kemanpuan kreatif kita:

Banyak membaca dan menulis.

Banyak berdiskusi dan bertanya.

Banyak melihat (mengadakan studi banding).

Banyak merenung (tafakur).

Banyak berbuat dan mencoba.

Banyak beribadah dan berdo’a.

Mudah-mudahan kegighan diri kita, menjaga agar karir hidup ini menjadi orang bersih, terbuka, jujur terpercaya yang dilakukan dengan tulus karena Allah semata. Selamat berjuang saudaraku sekalian, cukuplah Allah sebagai satu-satunya tujuan, pelindung, tumpuan harapan dan satu-satunya penolong kita semua.

Wallahu a’lam bishshawab.

by Aa Gym, edited by didaytea!

Ciri Kedewasaan

Ciri Kedewasaan

Semoga Allah yang Mengenggam langit dan bumi, membuka pintu hati kita semua agar dapat memahami hikmah dibalik kejadian apapun yang menimpa dan semoga Allah membimbing kita untuk bisa menyikapi kejadian apapun dengan sikap terbaik kita.

Ciri khas kedewasaan diawali dengan Diam Aktif yaitu kemampuan untuk menahan diri dalam
berkomentar. Orang yang memiliki kedewasaan dapat dilihat dari sikap dan kemampuannya dalam
mengendalikan lisannya, seorang anak kecil, saudaraku apa yang dia lihat biasanya selalu
dikomentari.

Orang tua yang kurang dewasa mulutnya sangat sering berbunyi, semua hal dikomentari.,ketika dia
melihat sesuatu langsung dipastikan akan dikomentari,ketika menonton televisi misalnya ;
komentar dia akan mengalahkan suara dari televisi yang dia tonton . Penonton tv yang dewasa itu
senantiasa bertafakur, acara yang dia tonton senantiasa direnungkan (tentunya acara yang
bermanfaat) dan memohon dibukakan pintu hikmah kepada Allah, Subhanalloh.

Ketika menyaksikan demonstrasi dia bertafakur.. \”beginilah kalau negara belum matang, setiap
waktu demo,kata-kata yang dikeluarkan jauh dari kearifan\”\”ternyata sangat mudah menghina,
mencaci, dan memaki itu\” Seseorang yang pribadinya matang dan dewasa bisa dilihat dari
komentar-komentarnya,makin

terkendali Insya Allah akan semakin matang.

Ciri kedewasaan selanjutnya dapat dilihat dari Empati. Anak-anak biasanya belum dapat meraba
perasaan orang lain, orang yang bertambah umurnya tetapi tidak dapat meraba perasaan orang lain
berarti belum dapat disebut dewasa. Kedewasan seseorang dapat dilihat dari keberanian melihat
dan meraba perasaan orang lain. Seorang ibu yang dewasa dan bijaksana dapat dilihat dari sikap
terhadap pembantunya yaitu tidak semena-mena menyuruh, walaupun sudah merasa menggajinya tetapi
bukan berarti berkuasa,bukankah di kantor ketika lembur pasti ingin dibayar overtime ? tetapi
pembantu lembur tidak ada overtime ? semakin orang hanya mementingkan perasaannya saja maka akan
semakin tidak bijaksana. Semakin orang bisa meraba penderitaan orang lain Insya Allah akan
semakin bijak. Percayalah tidak akan bijaksana orang yang hidupnya hanya memikirkan perasaannya
sendiri.

Orang yang dewasa, cirinya hati-hati dalam bertindak. Orang yang dewasa benar-benar
berhitung tidak hanya dari benda, tapi dari waktu ; tiap detik,tiap tutur kata , dia tidak mau
jika harus menanggung karena salah dalam mengambil sikap. Anak-anak atau remaja biasanya sangat
tidak hati-hati dalam bercakap dan mengambil keputusan.Orang yang bersikap atau memiliki
kepribadian dewasa (wara’) dapat dilihat dalam kehati-hatian memilih kata, mengambil
keputusan,mengambil sikap, karena orang yang tidak dewasa cenderung untuk bersikap ceroboh.

Orang yang dewasa terlihat dalam kesabarannya (sabar), kita ambil contoh ; didalam rumah
seorang ibu mempunyai 3 orang anak, yang satu menangis, kemudian yang lainnya pun ikut menangis
sehingga lama-kelamaan menjadi empat orang yang menangis , mengapa ? karena ternyata ibunya
menangis pula. Ciri orang yang dewasa adalah sabar, dalam situasi sesulit apapun lebih tenang,
mantap dan stabil.

Sahabat-sahabat, seseorang yang dewasa benar-benar mempunyai sikap yang amanah, memiliki
kemampuan untuk bertanggung jawab.

Untuk melihat kedewasaan seseorang dapat dilihat dari kemampuannya bertanggungjawab, sebagai
contoh ; seorang ayah dapat dinilai bertanggung jawab atau tidak yaitu dalam cara mencari nafkah
yang halal dan mendidik anak istrinya ? Bukan masalah kehidupan dunia ,yang menjadi masalah
mampu tidak mempertanggungjawabkan anak-anak ketika pulang ke akherat nanti ? Ke surga atau
neraka? Oleh karena itu orang tua harus bekerja keras untuk menjadi jalan kesuksesan
anak-anaknya di dunia dan akherat.

Pernah ada seorang teman menyekolahkan anak-anaknya ke luar negeri, ketika ditanya tentang
sholatnya ? ternyata tidak berjalan dengan baik karena orang-orangnya tidak ada yang sholat
sehingga melakukannya pun kadang-kadang, apalagi untuk shalat Jumat jarang dilaksanakan, dengan
alasan masjidnya jauh.

Lalu kenapa disekolahkan di Luar Negeri ? alasannya adalah sebentar lagi globalisasi., ketika
perdagangan bebas anak harus disiapkan. Tetapi bagaimana jika sebelum perdagangan bebas anaknya
meninggal dunia ? sudah disiapkan belum pulang ke akherat? orang yang dewasa akan berpikir keras
bagaimana anak-anaknya bisa selamat? Jangan sampai di dunia berprestasi tapi di akherat celaka.

Saudaraku tidak cukup merasa bangga dengan menjadi tua, mempunyai kedudukan,jabatan,karena
semua itu sebenarnya hanyalah topeng, bukan tanda prestasi. Prestasi itu adalah ketika kita
semakin matang, dan semakin dewasa .

Kesuksesan kita adalah bagaimana kita bisa memompa diri kita dan menyukseskan orang-orang
disekitar kita, kalau ingin tahu kesuksesan kita coba lihat perkembangan keluarga kita, istri
dan anak-anak kita maju tidak? lihat sanak saudara kita pada maju tidak? Jangan sampai kita
sendirian yang maju, tapi sanak saudara kita hidup dalam kesulitan, ekonominya seret, pendidikan
seret.,sedang kita tidak ada kepedulian. Berarti itu sebuah kegagalan. Kedewasaan seseorang itu
dilihat dari bagaimana kemampuan memegang amanah?

By Aa Gym, edited by didaytea!