Ubahlah Dunia Dengan Mengubah Diri!

Hasrat Untuk Berubah

Ketika aku masih muda dan bebas berhayal,aku bermimpi ingin mengubah dunia…

Seiring bertambah usia dan kearifanku,kudapati bahwa dunia tak kunjung berubah…

Maka cita-cita itu aku persempit,kuputuskan hanya untuk mengubah negeriku…

Namun tampaknya hasrat itu tiada hasil…

Tatkala usiaku semakin senja dengan semangat yg tersisa,

kuputuskan untuk mengubah keluargaku,orang-orang yang paling dekat denganku,sayangnya merekapun tidak mau berubah…

Kini, sementara aku berbaring menunggu ajal menjelang..

tiba-tiba aku sadari…

Andaikan pertama-tama yang kuubah adalah diriku,

maka dengan menjadikan diriku sebagai teladan,

mungkin aku bisa mengubah keluargaku…

Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka,bisa jadi akupun bisa memperbaiki negeriku…

Kemudian siapa tau,aku bahkan bisa mengubah dunia……

(Tulisan di sebuah makam di Westminster Abbey, Inggris, 1100 Masehi…)

Habiskanlah energi kita untuk memikirkan bagaimana cara mengubah diri kita menjadi lebih baik, daripada memikirkan kondisi negara yang menghabiskan banyak energi tanpa ada perubahan apapun yang terjadi.

Ibadah 24 jam, why not?

Ada pertanyaan yang menggelitik hati, dan sekaligus memberi inspirasi baru untuk diri saya, memberi paradigma yang baru di diri saya dalam hal ibadah.

Pikiran yang pertama terlintas ketika membaca judul di atas, ga mungkin laah, kita bisa ibadah 24 jam secara terus-terusan..

Kita juga kan harus melakukan hal yang lain, tidak hanya “ibadah” doang….

Ternyata, dari bangun tidur, sampai kita tidur lagi bisa menjadi ibadah….dan sangat mudah..

Aktifitas ke WC adalah ibadah, kalau kita berdo’a sebelum masuk wc berdoa, dan masuk kaki kiri dulu, keluar kaki kanan dulu. Dan bersyukur masih bisa “beraktifitas” di WC dengan lancar…

Mandi, juga ibadah, niatkan untuk memberi penampilan yang terbaik di hadapan ALLAH sebelum sholat…dan niatkan juga untuk membuat orang nyaman melihat kita…

Berangkat kerja, selama kita niatkan untuk mencari nafkah untuk keluarga kita, pasti jadi ibadah..

Peluklah istri, cium keningnya sebelum berangkat kerja, juga ibadah…habiskanlah sarapan yang dengan susah payah dia siapkan untuk kita…ketika akan masuk mobil kirim “kis bay” untuk istri, juga ibadah..

Memakai baju yang rapi, parfum (untuk pria), ibadah, niatkan untuk membuat orang nyaman berada dekat kita…

Di perjalanan kerja, jangan biarkan waktu berlalu begitu saja, dengarkan murottal..hafalkan al qur’an if possible…dengarkan tausiyah…dzikirlah semampu kita…

Selama bekerja, jadi ibadah, selama kita selalu jujur menjaga amanah, dan profesional…

Tersenyum, ibadah juga, asal proporsional…karena rasul tercinta selalu tersenyum dan ramah kepada yang ditemuinya..

Makan, adalah ibadah, kalau kita berdo’a sebelum dan sesudah makan, dan niatkan untuk menguatkan badan kita agar badan kita sehat, sehingga tidak ada halangan untuk ibadah…

Menyingkirkan batu di tengah jalan agar orang tidak tersandung, ibadah….

Membuang sampah pada tempatnya, ibadah, niatkan untuk menjaga bumi titipan ALLAH….

Setiap saat yang kita lalui, akan jadi ibadah…

Setiap melihat yang indah, takjublah dengan berdzikir, tasbih, takbir, dan tahmid…

Kagumi apapun ciptaan ALLAH di sekitar kita..

Mudahkanlah setiap orang di sekitar kita, bantu, support, tolong, buat mereka nyaman berada di dekat kita, juga ibadah…

Bermain, berbicara, dengan anak, adalah ibadah, niatkan kita untuk jadi teladan dia yang terbaik dalam hidupnya…

Tidur kita di akhir hari pun ibadah…berdo’a sebelum tidur, dan niatkan tidur kita untuk mempersiapkan diri di esok hari untuk menjadi lebih baik dari hari ini..

Syukuri apapun yang ada di diri kita..

Sabarlah menghadapi setiap kejadian yang tidak sesuai dengan keinginan kita…

Buatlah sepanjang hari kita hanya untuk ibadah…

Karena ALLAH juga tak pernah berhenti memberi nikmatnya kepada kita…

So, Ibadah 24 jam, WHY NOT?!
(Materi ini disampaikan oleh ustadz Yeri Kusyeri, di Daarut Tauhiid Bandung, saya lupa tanggal tepatnya)