Masakan Paling Enak Sedunia




“Sesuatu yang menurut kita biasa saja, mungkin untuk orang lain adalah hal yang luar biasa”

Menu Favorit

Ketika baru beberapa kali bekerja di Qatar, saya memiliki seorang kenalan baru, seorang Chef di sebuah restoran yang terkenal. Restorannya berada tepat di depan pintu masuk salah satu mall yang terbesar di Doha.
Saya beberapa kali berkunjung ke restorannya, dan Alhamdulillah setiap itu pula saya hampir tidak pernah membayar. Sering saya memaksa untuk membayar, tapi dia paling hanya membiarkan saya membayar minumannya saja. Itu pun tidak seberapa dibanding harga  makanan utamanya.
Di restoran Italia yang dia kepalai, menu favorit saya adalah semacam Mie Ayam, tapi berbahan tambahan udang, disajikan dengan sangat unik. Bagian atas si mangkuk saji ditutup, atau ditangkupi oleh semacam kulit pangsit.

 

Ketika kita menusukkan sendok ke atasnya, langsung deh partikel- partikel aroma pedas, segar, dan menggiurkan yang ada di dalam mie/spageti tersebut berebutan masuk ke setiap sensor indra penciuman kita. Sekilas sih aroma yang keluar ini mirip dengan salah satu menu di restoran Pizza terkenal, Spicy Shrimp Fushili, hanya aroma nya jauh lebih segar dan lebih sedikit aroma kejunya.
Ceglug. Silahkan menelan ludah dulu sebelum melanjutkan membaca. Hehehe.

 

Menu favorit kedua saya, Pizza. Pizza buatan restoran ini sangat mirip dengan Pizza buatan waralaba terkenal.

Tapi, ada perbedaan yang sangat signifikan.

 

Pizza buatan restoran ini walau pun sudah dingin, tapi masih terasa crunchy. Tidak umes dan lunak seperti Pizza buatan waralaba yang terkenal itu.Bahkan walau pun sudah  dihangatkan dengan microwave.

 

Ketika saya sudah menikah dan membawa keluarga berkunjung ke restorannya , dan akhirnya bisa membayar dengan normal seperti konsumen lainnya, tetapi, selalu ada pelayanan yang spesial.

 

Minuman gratis, extra udang di dalam menu yang tadi saya sebutkan, dan lain-
lain.

 

Makanan Super Lezat

 

Saya beberapa kali menginap di rumahnya yang berada tepat di tengah kota  Doha.

 

Tempat kosan saya dulu di luar kota Doha. Jadi kadang kalau kemalaman setelah beredar seharian atau besok paginya ada kegiatan di Doha, saya biasanya menginap di rumahnya.
Di rumahnya ada beberapa orang yang mengisi, mereka juga Chef.

Hal pertama yang saya bayangkan ketika pertama kali menginap, tentu saja saya akan merasakan makan malam yang super nikmat dan mewah. Bayangkan saja, ada lebih dari satu orang juru masak di restoran Italia.

 

Dan perkiraan saya semakin nyata, ketika sebelum ke rumahnya saya diajak berbelanja dahulu ke supermarket.

 

Saya tidak tahu apa yang dia beli, karena saya hanya menunggu di mobil.

Sehabis melepas lelah, dia pun bertanya: “Mau makan apa nih ?” Tanya si mas  Chef sambil membereskan belanjaan tadi.
“Terserah, apa aja, pasti enak lah masakan Chef mah!” Saya menjawab sambil meraih sebotol air mineral di dalam kulkas.
“Beneran nih? Gua mau masak masakan yang menurut gua paling enak. Makanan favorit orang serumah nih. Tapi kayanya lu ngga bakalan sukaYakin ngga mau dimasakin apa- apa?” Tanya dia berusaha meyakinkan.
“Iya, yakin. Pasti enak lah masakn Chef internasional mah!” Jawab saya lagi.

“Oke deh, tunggu bentar ya! Nonton film atau apa dulu kek ya!” Kata si mas Chef, sambil berlalu membawa tubuh suburnya berjalan ke arah dapur.
“Siip! Tenang aja Mas!” Jawab saya sambil merebahkan tubuh lelah saya di atas sofa.

Kalau Chef tapi ukuran tubuhnya subur, menurut saya itu adalah nilai tambah, karena menunjukkan bahwa makanan hasil masakan dia pasti enak sekali.

 

Karena pasti mencicipinya banyak. Hehehe.
Kurang dari setengah jam, si mas Chef ini sudah sibuk bolak- balik dari dapur ke ruang tamu untuk menyiapkan beberapa piring dan mangkok dan peralatan makan lainnya.

“Broo! Makanan dah siap nih!” Si Mas bro berteriak memanggil temannya yang sedang  menyendiri di dalam kamar.

“Okee, bentar lagi gua keluar!” Ada suara laki- laki menjawab dari dalam kamar yang tertutup itu.
Dan tak lama sesosok tubuh kurus dan setinggi saya keluar dari kamar itu. Dia masih mengenakan seragam koki. Katanya sih dia mau berangkat kerja malam.

Ketika semua orang sudah duduk melingkar, dan sudah ada satu set peralatan makan lengkap di depannya, si mas Chef beranjak lagi dari duduknya menuju ke dapur.

Dasar Chef, peralatan makan biasa pun, dia susun begitu rupa sehingga terkesan sangat rapi, tidak seperti kita orang rumahan biasa yang menyusun sendok, garpu, piring dan mangkok sekenanya saja.
Semakin yakinlah saya bahwa  malam ini saya akan memakan masakan Italia yang super spektakuler dan maknyuuss…
“Niih…Makan malam kita udah jadi!” Kata si mas Chef sambil membawa panci yang berukuran lumayan besar.
Sejak dia keluar dari dapur saja, air liur saya sudah mengalir deras, sehingga saya harus ber-ceglug ria beberapa kali karena membayangkan seperti apa makan malam saya kali ini. Pasti masakan Italia yang belum pernah saya makan di restoran si mas Chef.

Menu Ajaib
Panci itu dia bawa dalam keadaan tertutup, dan sampai panci itu mendarat di tengah- tengah kami, saya masih belum bisa menebak makanan jenis apakah itu yang dia masak.

Tidak ada bocoran sekali untuk menebaknya, karena tidak ada satu pun partikel bau dan aroma dari masakan itu yang mampir ke dalam hidungku.
Eh, begitu dia buka pancinya, betapa terkejutnya saya melihat masakan yang ada di situ.

Ternyata,yang dia masak itu mie rebus pake telor!

 

Halah, gubraag..

 

Kalau adegan ini ada di film kartun, mungkin yang terlihat di televisi hanya gambar kaki saya saja yang terjengkang ke belakang.

“ Ayo cepetan, katanya laper! Udah gua buka lu malah melongo aja!” Dengan cueknya si mas Chef berkata seperti itu, tanpa menyadari bahwa saya masih syok melihat menu yang sejak dulu memang sudah jadi santapan sehari- hari saya di tempat kosan.

“Mas masak mie rebus pake telor?” Tanya saya untuk memastikan.

“Bukan Spicy Shrimp Linguini ala menu di restoran Mas?” Tanya saya lagi dengan masih memegang mangkok putih di depan dada.
“Loh, kamu pengen makan itu toh? Kenapa kagak bilang dari tadi?! Kalau lu bilang ya pasti gua masakin lah! Hahahaa” Dia menjawab sambil tertawa terbahak- bahak dan mengaduk- ngaduk mie rebus yang sudah tersaji di dalam panci aluminium berukuran jumbo itu.

“Ya gua nyangkanya mas bakal masak kaya menu di restoran lah. Trus tadi mas bilang juga bakal masak masakan paling enak dan favorit orang- orang di kosan ini. Mie rebus pake telor kaya gini mah gua hampir tiap hari makan. Ampe bosen!” Jawab saya sambil mulai menyendoki kuah mie rebus pake telor di dalam panci itu ke dalam
mangkok bagian saya.

 
“Hahaha..Menu paling enak di rumah ini ya ini, mie rebus pake telor. Eh, bukan masakan paling enak di rumah ini deng, tapi masakan paling enak sedunia selama kami kerja di Qatar. Kita hampir dua puluh empat jam nyium bau masakan Italia, megang pleus nyicipin masakan Italia, makan masakan Italia.”

 
“Bosen kali!” Kata si mas Chef sambil dengan lahapnya memindahkan semangkuk mie rebus ke dalam mulutnya yang masih komat kamit, sambil sesekali meremas botol saus pedas di atas mangkoknya, dan kadang terkekeh- kekeh lagi  mentertawakan saya yang malam itu terlihat sangat cupu.

Makan malam waktu itu bercampur dengan tawa terbahak- bahak.

Mie rebus pake telor makanan paling enak sedunia?

Menurut anda?

www.didaytea.com
Doha, 27 Juni 2013

8 thoughts on “Masakan Paling Enak Sedunia

  1. Ya memang makanan terenak itu lain-lain dan justru mungkin yang termurah. Makanan itu bukan hanya dinikmati rasa ya tapi juga kenangannya. Bagiku sekarang makanan terenak adalah sate Padang dan ketoprak hehehe

  2. Mohamad Priatna berkata:

    hehehe, mereka biasa makan masakan italia jadi lidahnya sudah terbiasa. saat makan mie justru jadi sangat enak. kebalikan dari kondisi kita kang.hihihihi

  3. tepatnya, makanan kebesaran para operator nihgt shift Indonesia. dan sudah go internasional ….Wow!!! tanpa dia.. malam malam di plant terasa hambar….. hedoop endonesimi telor!!! wkwkwkwkwkwkwkw… #ngakakabis!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s